Pencurian ganjil di Sekretariat Kebun Binatang Surabaya

Uang yang berada di lemari kantor tetap utuh, hanya dokumen yang berantakan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pencurian ganjil di Sekretariat Kebun Binatang Surabaya
Sekretariat KBS dibobol maling. ©2015 merdeka.com/moch andriansyah

Kasus pencurian yang sering terjadi biasanya para pelaku menggondol barang-barang berharga dari target lokasi. Hal itu menjadi niat dasar pelaku melakukan aksi kriminal tersebut.Akan tetapi ada yang janggal dari kasus pencurian di Sekretariat Kebun Bintang Surabaya (KBS) pada Selasa (29/12) pagi. Sebab uang yang berada di lemari kantor tersebut tetap utuh tidak dibawa pencuri. Hanya saja dokumen-dokumen berantakan di ruangan tersebut."Dalam lemari ada uang tunai, tapi tidak diambil. Hanya dokumen kepegawaian yang terlihat berantakan," kata Dirut Perusahaan Taman Satwa (PDTS) KBS, Aschta Boestani Tajudin.Diduga pelaku sudah mengenal seluk beluk ruangan yang ada di KBS. Menurut Aschta, tidak semua staf KBS bisa masuk ruangan."Kasus ini sudah didalami polisi, karena kami sudah melapor ke polisi," ujar Aschta.

Menurut Staf Komunikasi KBS, Veronica Lano, pertama kali pihaknya mengetahui kejadian itu berdasarkan laporan dari petugas kebersihan, yang tengah melakukan kegiatan rutin.

"Informasinya baru kita ketahui sekitar pukul 07.00 WIB. Kita dikasih tahu tukang bersih-bersih kantor. Dia biasa dipanggil si mbah. Kemudian lapor polisi," kata Veronica di lokasi.Veronica mengatakan, saat ini pihaknya belum mengetahui barang-barang yang diambil maling. Namun, Kantor Sekretariat KBS yang dibobol pelaku sudah terlihat berantakan."Jadi semua sudah berantakan. Saya ndak tahu apa saja yang hilang. Pokoknya waktu kita tahu, semuanya sudah berantakan, termasuk file-file-nya. Sekarang masih dilakukan pemeriksaan oleh polisi," ujar Veronica.Veronica juga menyebut kalau di ruangan itu memang terdapat kamera pengawas. "Tapi dalam ruangan, untuk lokasi yang berantakan tidak tembus oleh CCTV," ucap Veronica.Informasi dihimpun, ada tiga ruangan diacak-acak pelaku. Khususnya ruangan Direktur Keuangan dan SDM. Langit-langit ruangan jebol dan terdapat bekas alas sepatu menempel di tembok luar ruangan. Diduga pelaku masuk dari atap kantor.Peristiwa ini kali pertama diketahui oleh petugas kebersihan, yang biasa disapa Mbah Moen. Ketika hendak pekerjaan, Mbah Moen melihat ruangan sudah berantakan dan kondisi pintu juga terlihat seperti dibuka paksa. Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak kepolisian. Kanit Resmob Polrestabes Surabaya, AKP Agung Pribadi, mengaku masih melakukan olah TKP, dan belum bisa memberi keterangan. Bahkan dia belum berani menyebut temuan sementara dari hasil olah TKP.

Rekomendasi