Kerusakan hamparan miana daun merah atau Coleus blumai, di Kebun Raya Baturraden, Banyumas, Jawa Tengah, membikin Gubernur Ganjar Pranowo angkat bicara. Dia merasa sebagian masyarakat masih mengabaikan lingkungan saat memuaskan hasrat berfoto."Perilaku kita terhadap lingkungan yang harus dijaga. Tanaman baru ditanam rusak saat selfie, masuk trending topic. Rasa lingkungannya masih kurang," kata Ganjar saat telekonferensi dalam acara Bank Indonesia Purwokerto, di Hotel Aston, Purwokerto, Banyumas, Selasa (29/12).Menurut Ganjar, perilaku mengabaikan lingkungan saat berswafoto diketahuinya dari media sosial, seperti Twitter dan Facebook. Ganjar mengakui objek wisata itu seolah menjadi barang baru bagi warga. Buat mencegah kejadian terulang, dia meminta pengelola mengaturnya."Masuk Facebook, Twitter. Saya sudah koordinasi dengan pengelola agar diatur. Ini barang baru, makanya menarik orang datang," ujar Ganjar.Ulah berswafoto tidak bertanggung jawab di Kebun Raya Baturraden ramai digunjingkan di media sosial. Padahal beberapa hari sebelumnya, tempat itu baru saja diresmikan Megawati Soekarnoputri.Jumlah pengunjung membeludak menyebabkan banyak tanaman rusak. Padahal, pengelola sudah memasang papan peringatan dan memagar sisi taman bunga.Kerusakan rata-rata berada di sekitar tumbuhan Miana Daun Merah, dengan lebar kerusakan sekitar 30 hingga 40 centimeter, kedalaman 2,5 meter atau sekitar empat sampai lima jalur.
Ganjar menganggap warga kurang peka lingkungan saat asyik selfie
Ganjar meminta pengelola Kebun Raya Baturraden lebih sigap mengatur pengunjung.
Rekomendasi