Kalau suporter sepakbola ribut terus, Soekarwo evaluasi izin tanding

Bonek meminta polisi juga adil memburu pelaku pengeroyokan rekan mereka hingga tewas.

Moch. Andriansyah
Oleh Moch. Andriansyah - Reporter
Kalau suporter sepakbola ribut terus, Soekarwo evaluasi izin tanding
Bonek bentrok dengan Aremania di Sragen. ©2015 merdeka.com/istimewa

Pasca bentrok berdarah antara pendukung klub sepakbola Persebaya Surabaya, Bonek Mania, dan suporter kesebelasan Arema Malang di Sragen, Jawa Tengah, Sabtu (19/12) pekan lalu, Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, berniat menilai kembali perizinan pertandingan sepakbola di daerah dipimpinnya. Dalam insiden itu, dua suporter Aremania tewas dikeroyok Bonek Mania."Kalau suporter tidak bisa berdamai dan selalu ada keributan sampai ada korban, maka perizinan (sepakbola) harus dievaluasi," kata Soekarwo, Senin (21/12). Soekarwo melanjutkan, sebelum melakukan evaluasi, Pemprov Jawa Timur lebih dulu berkoordinasi dengan pihak kepolisian. "Kita komunikasikan dulu sama Pak Kapolda (Irjen Pol Anton Setiaji), untuk mencari formula baru, bagaimana cara mendamaikan suporter," ujar Soekarwo.Formula baru itu, lanjut Soekarwo, seperti perlu ada kanalisasi suporter buat hal-hal positif. Sebab, kata Soekarwo, suporter sepakbola saat ini mayoritas anak muda dan atraktif."Tapi jika nantinya solusi-solusi tersebut sudah ditemukan, dan tidak berjalan bagus dan tetap saja bentrok, maka mau tidak mau perizinan sepakbola di Jatim harus dievaluasi. Artinya, pertandingan di Jatim harus ditunda dulu," ucap lelaki akrab disapa Pakde Karwo ini.Soekarwo menambahkan, pihaknya sempat mempertemukan para suporter difasilitasi Polda Jawa Timur, beberapa tahun lalu. Namun, pasca pertemuan itu, sampai saat ini belum ada lagi tatap muka lanjutan guna mendamaikan para suporter sepakbola di Jawa Timur.Terpisah, salah satu pentolan Bonek Mania, Anton, menyebut pihaknya tidak mempermasalahkan jika pemerintah meminta perbaikan sikap suporter. Namun, Anton merasa polisi terkesan tebang pilih dalam menyelesaikan kasus bentrok antarsuporter.

"Di Lamongan, ada Bonek masih anak belia, tewas dikeroyok puluhan suporter lain. Di Sidoarjo, ada Cak Kunto yang juga meninggal karena dikeroyok suporter lain. Apa sudah ditemukan pelakunya?" kata Anto mempertanyakan kinerja polisi."Tragedi Lamongan, ada Bonek meninggal tragis, apa pelakunya sudah ditemukan? Pelaku pengeroyok Cak Kunto apa juga sudah ditangkap? Giliran ada Aremania yang meninggal, polisi bergerak cepat dan menangkap pelakunya. Polisi juga menetapkan 33 tersangka," keluh Anto.

Rekomendasi