Kali ini sasarannya adalah kantor Camat Pallangga, bersebelahan dengan kantor Koramil 05, pada Selasa (15/12), pukul 01.30 WITA. Sebelumnya kejadian serupa juga terjadi di sekretariat PPS Paccinongan, di Kelurahan Paccinongan, Kecamatan Somba Opu, Kamis, (10/12) lalu.Kasus pelemparan molotov itu kini ditangani Satuan Reskrim Polres Gowa. Beberapa bukti sudah diamankan, berupa pecahan botol bir dan botol minuman suplemen bekas berikut sumbu-sumbunya.Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Gowa, AKP Muhammad Yunus, yang dikonfirmasi mengatakan, berdasarkan keterangan dua saksi, yakni Serma Rafiuddin, anggota Koramil Pallangga, dan Abdullah Daeng Ngawing, pelemparan molotov itu diduga dilakukan empat orang saling berboncengan dengan dua sepeda motor."Ada dua molotov yang dilemparkan dari arah depan, mengenai bagian atap teras dan membakar dinding plafon," kata AKP Yunus Saputra.Yunus menyatakan, kejadian itu tidak menimbulkan kerugian materiil. Sementara itu, semua properti Pilkada, termasuk kotak-kotak suara, masih berada di gedung SMK Negeri 1 Grafika, Pallangga. Di sana masih berlangsung penghitungan suara oleh PPK Pallangga. Kecamatan Pallangga adalah satu dari dua kecamatan belum menyetor hasil rekapitulasinya ke KPUD Gowa. Sementara hasil tabulasi 16 kecamatan lainnya sudah sampai di kantor KPUD Gowa, sejak dua hari lalu.Diketahui, di kantor camat ini sebelumnya didatangi massa pengunjuk rasa dari pendukung dan simpatisan calon bupati dan wakil bupati Gowa, Andi Maddusila Karaeng Idjo-Wahyu Permana Kaharuddin. Mereka memprotes alasan kotak suara dipindahkan ke gedung SMK Negeri 1 Grafika, Pallangga, dari lokasi awal di PPK Pallangga, atau di kantor Camat Palangga. PPK Pallangga beralasan memindahkan kotak suara karena menilai tempatnya lebih luas, dan lebih cocok buat dijadikan tempat penghitungan suara.
Gowa masih tegang pasca Pilkada, kantor camat dilempar dua molotov
Pelakunya masih berkeliaran. Pelemparan molotov dilakukan dini hari.
Advertisement
Rekomendasi