PAN soal kasus Freeport: Kita ini dikadalin di lahan sendiri

"Kongkalikong dalam PT. Freeport sudah selama 44 tahun-an," ujar Yandri.

Muchlisa Choiriah
Oleh Muchlisa Choiriah - Reporter
PAN soal kasus Freeport: Kita ini dikadalin di lahan sendiri
PT Freeport. ©Reuters

Anggota Komisi II Yandri Susanto menganggap kasus Freeport ini ibarat gadis cantik. Pasalnya, Freeport mengelola tambang emas yang notabenenya paling besar di dunia. "Kasus Freeport ini ibarat gadis cantik. Semua orang selalu memandang, meskipun persepsinya berbeda yakni antara suka dan tidak suka. Tapi tetap saja menjadi salah satu yang diperhatikan," ujar Yandri saat diskusi di Warung Daun, Jakarta Pusat, Sabtu (12/12).Selain itu, kader dari fraksi Partai Amanat Nasional ini menganggap freeport merupakan lumbung kehidupan bagi para pemodal (investor). Sayangnya anak bangsa sendiri malah dikadalin atas kekayaan alam yang dimilikinya ini. "Kita ini mati di atas lumbung padi sendiri dan jauh dari harapan kita. Kongkalikong dalam PT. Freeport sudah selama 44 tahun-an. Investor memanfaatkan peluang dan rakyat jadi korban. Kita ini dikadalin di lahan sendiri," ujarnya.Oleh sebab itu, lanjut Yandi, mafia Freeport harus cepat didibongkar. Karena jika memang tak ada masalah lagi dengan Freeport, maka penghasilan Indonesia akan di atas makmur."Artinya kalau nego saham Freeprot ini bersih, dulunya cuma satu persen untuk negara maka sekarang harus ditingkatkan. Royalti harus ditingkatkan. Paling tidak 50 atau 60 persen pemasukan Freeport untuk kepentingan negara. Sehingga Indonesia tak perlu lagi utang sana sini dengan negara lain," tutupnya.

Rekomendasi