Aktivitas warga di Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Rabu (9/12) berjalan normal. Tidak ada pergolakan, meski ajang Pilkada di kedua daerah itu ditunda.Para pedagang berjualan di pusat perbelanjaan tradisional dan pertokoan di pusat kota tetap membuka usaha,setelah karyawan datang. Pemilik kios di Pasar Horas, Kota Pematangsiantar, Nita Sitorus (41), mengaku membuka usaha setelah tengah hari buat mempergunakan hak pilih pada 9 Desember 2015. Dia tidak tahu kalau ternyata Pilkada ditunda."Kecewa juga ternyata ditunda, dan pemberitahuannya waktu datang ke TPS," kata warga Kelurahan Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba itu.Para pedagang mengaku mengalami kerugian tidak membuka usaha sejak pagi karena biasanya ramai pembeli, khususnya dari daerah Simalungun.Petani di Kecamatan Sidamanik juga melakukan aktivitas merawat tanaman holtikultura seperti biasa, dan kemudian akan memberikan hak suara."Saya tetap mendahulukan ke ladang pagi-pagi, rencananya mencoblos jam 10, kata tetangga batal, jadi saya di ladang saja," kata seorang petani, Soman Damanik (38), seperti dilansir dari Antara.Sementara pemilik rumah makan di kawasan Kabupaten Simalungun lebih memilih menutup usaha seharian, buat mensukseskan pilkada.Waktu yang seharusnya dipakai buat memilih dimanfaatkan buat berkumpul dan bersilaturahim dengan keluarga, karena hari ini ditetapkan libur nasional. Apalagi anak sekolah dan para pekerja libur.
Pilkada ditunda, kondisi Pematangsiantar dan Simalungun tetap tenang
Sebagian warga memilih bersilaturahim dan berkumpul bersama keluarga.
Rekomendasi