Seorang anggota TNI tewas tertembak saat terjadi kontak senjata dengan jaringan teroris di Dusun Gayatri, Desa Meranda kecamatan Poso pesisir utara Kabupaten Poso di KM 6-7. Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti sudah memastikan bahwa teroris yang berada di Poso dan terlibat baku tembak dengan TNI merupakan jaringan atau kelompok Santoso.
Kepolisian sudah menyiapkan kekuatan penuh untuk memburu kelompok Santoso yang disebut-sebut bersembunyi di pegunungan. Ribuan personel polisi disiagakan, terlebih setelah kejadian tertembaknya seorang TNI yang sedang melakukan patroli.
"Polri sudah turunkan 1.200 personel. Mereka ikut amankan Poso bersama personel TNI," kata Badrodin saat dihubungi merdeka.com, Minggu (29/11).
Untuk situasi terkini usai baku tembak di Poso, Badrodin mengaku belum mendapat informasi lebih dalam. Dirinya masih menunggu informasi dari pihak TNI yang betugas di Pegunungan Poso.
"Situasi sekarang ini ya yang tahu kan TNI di sana (Poso), itu kan wilayahnya pegunungan, tanya yang bertugas di sana," singkatnya.