2 Sertifikat halal Solaria dan temuan bumbu masak mengandung babi

MUI menduga Solaria tidak menjalankan sistem jaminan halal secara menyeluruh.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
2 Sertifikat halal Solaria dan temuan bumbu masak mengandung babi
PBNU serahkan sertifikat Halal ke Solaria. ©2013 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menemukan kandungan babi dalam dua bumbu masak restoran Solaria di pusat perbelanjaan Balikpapan Center, Kalimantan Timur, Senin (23/11). Padahal baru dua tahun yang lalu, Solaria mengantongi sertifikasi halal dari MUI dan Badan Halal Nahdlatul Ulama (BHNU)."Solaria itu punya sertifikat LPPOM MUI satu lagi BHNU, lembaga NU mengeluarkan sertifikat halal untuk Solaria," kata Direktur Lembaga Pengkajian Pangan Obat-Obatan, Kosmetika (LPPOM) MUI Kaltim Sumarsongko kepada merdeka.com, Rabu (25/11).Lantas bagaimana hal ini bisa terjadi? Sumarsongko menduga Solaria tidak menjalankan tahapan SJH alias sistem jaminan halal secara menyeluruh.Yang dimaksud SJH adalah dokumen yang mengatur standar pemilihan bahan baku masakan hingga cara memasak yang benar berdasarkan ketentuan Islam. Sehingga menurutnya, jika ketentuan SJH ini dijalankan tentu tak akan terjadi temuan ini.Dalam kasus temuan di Balikpapan, Sumarsongko menduga pihak Solaria pusat tidak sepenuhnya menginfokan SJH ini.

"Persoalannya yang di Kaltim tidak tau apa-apa, artinya manajemen pusat tidak memberikan info ke sana. Itu jadi awal persoalan," ujar Sumarsongko.Di tahun 2013, Solaria mengantongi dua sertifikat halal dalam waktu hampir bersamaan. Yang pertama sertifikat halal MUI, Selasa (3/12/2013), dan sertifikat dari NU, Selasa (17/12/2013). Bagi PBNU kala itu, sertifikat yang diberikan ke Solaria merupakan sertifikat halal pertama yang dikeluarkan.Saat itu, keluarnya sertifikat MUI juga diawali dengan polemik dugaan adanya penggunaan bahan tidak halal.Sebelumnya diberitakan, dua bumbu dipakai restoran Solaria yang berada di pusat perbelanjaan Balikpapan Center, positif mengandung unsur babi. Hal itu diketahui setelah inspeksi dadakan gabungan Lembaga Pengkajian Pangan Obat-Obatan, Kosmetika Majelis Ulama Indonesia Kalimantan Timur (LPPOM MUI Kaltim), MUI Kota Balikpapan, Dinas Peternakan, Dinas Kesehatan, dan Satpol PP."Itu memakai metode tes cepat, hasilnya seperti yang diterima. Ada di berita itu betul. Seperti itu hasilnya," kata Sumarsongko kepada merdeka.com, Rabu (25/11).

MUI menguji 20 sampel diambil dari Solaria, kemudian disaring menjadi delapan yang diuji langsung di Solaria. Dan hasilnya, dua jenis bumbu masih dirahasiakan positif mengandung unsur babi.Uji sampel dihadiri oleh beberapa pihak, termasuk perwakilan restoran. Banyak karyawan Solaria kaget saat mengetahui hasil uji bumbu, positif mengandung unsur babi. Tidak sedikit pula mereka yang ketakutan hingga akhirnya MUI memberikan penjelasan.Sidak yang digelar di restoran berjalan kondusif. Namun yang disayangkan MUI adalah perwakilan Solaria hanya dihadiri sejumlah karyawan saja, tidak terlihat jajaran bos restoran."Kepala masak dan juru masak. Manajer dihubungi enggak mau ngangkat, enggak mau datang. (Alasannya) posisinya di outlet lain," ujarnya.Meski demikian, Sumarsongko memberi catatan, tes cepat ini bukan hasil akhir. Saat ini, sampel-sampel itu sedang diuji menggunakan metode polymerase chain reaction (PCR). Yaitu pengujian secara DNA yang tingkat akurasinya lebih tinggi.


Untuk uji DNA, semua sampel dibawa ke laboratorium LPPOM MUI di Bogor, Jawa Barat. Waktu yang dibutuhkan menguji satu sampel berkisar antara tujuh hingga sepuluh jam. Sedangkan langkah selanjutnya, MUI menunggu hasil akhir dari tes DNA itu.Saat merdeka.com hendak mengonfirmasi, nomor handphone Manager Operasional Solaria Dedy Nugrahadi tidak aktif. Sementara itu, melalui akun twitter @SolariaID, mereka mengungkapkan bahwa Solaria telah melakukan standar halal MUI."Hai #Solarians, berkaitan dengan pemberitaan mengenai Solaria kota Balikpapan. Berikut yang dapat kami sampaikan. Semua bahan yang kami gunakan bersertifikat halal & kami selalu mengikuti semua prosedur serta arahan dari MUI Pusat," cuitan @SolariaID, Rabu (25/11).Dalam akun ini pun, pihak Solaria menjelaskan bahwa kasus tersebut pun sudah ditangani oleh MUI Pusat.

Rekomendasi