Menelusuri muara Bengawan Solo Purba yang surut jutaan tahun silam

Kini, bekas aliran Bengawan Solo menjadi subur. Banyak warga yang memanfaatkannya untuk bercocok tanam.

Nanda Farikh Ibrahim
Menelusuri muara Bengawan Solo Purba yang surut jutaan tahun silam
Pemandangan Sungai Purba Sadeng yang dulunya sebagai tempat bermuara Sungai Bengawan Solo, di Gunungkidul, Yogyakarta, Jumat (6/11). Sungai yang juga dikenal sebagai Bengawan Solo Purba ini sudah mengering sejak empat juta tahun silam. ©2015 merdeka.com/kresna
1 dari 5 halaman
Menelusuri muara Bengawan Solo Purba yang surut jutaan tahun silam
Bengawan Solo Purba membentang hingga dua puluh kilometer menuju Pantai Sadeng, Gunungkidul. ©2015 merdeka.com/kresna
2 dari 5 halaman
Menelusuri muara Bengawan Solo Purba yang surut jutaan tahun silam
Mengeringnya aliran sungai ini diakibatkan oleh pergeseran lempeng Australia ke bawah Pulau Jawa. Pergeseran tersebut membuat Pulau Jawa bagian selatan perlahan terangkat. Akibatnya, arus di Bengawan Solo tak bisa melawan hingga akhirnya berbalik ke arah utara. ©2015 merdeka.com/kresna
3 dari 5 halaman
Menelusuri muara Bengawan Solo Purba yang surut jutaan tahun silam
Menurut warga setempat, dahulu banyak ditemukan fosil binatang laut. ©2015 merdeka.com/kresna
4 dari 5 halaman
Menelusuri muara Bengawan Solo Purba yang surut jutaan tahun silam
Selain itu, banyak pula ditemukan gua yang diduga menjadi tempat tinggal manusia purba. Karena di beberapa gua ditemukan artefak berupa sisa makanan manusia purba. ©2015 merdeka.com/kresna
5 dari 5 halaman
Menelusuri muara Bengawan Solo Purba yang surut jutaan tahun silam
Kini, bekas aliran Bengawan Solo menjadi subur. Banyak warga yang memanfaatkannya untuk bercocok tanam. ©2015 merdeka.com/kresna
Rekomendasi