Anggota TNI penembak pengendara motor di Cibinong, Serda YH, dikenal pendiam di tempat tinggalnya, asrama Cilodong. Danyon Intel Kostrad Mayor Deni Eka mengatakan, saat itu, Serda YH sedang menjalani tugas dinasnya."Dia (Serda YH) pendiam, jarang bicara, paling senyum-senyum. Anaknya dua, istri di asrama Cilodong," kata Danyon Intel Kostrad Mayor Deni Eka kepada wartawan di Jakarta, Rabu (4/11).Menurut Mayor Deni, Serda YH memiliki pistol FN lantaran mendapatkan tugas rawan. Misalnya tugas rawan yaitu, narkoba, teroris, dan ISIS."Nah dia yang masuknya tugas rawan. Ada surat perintahnya, ada batas waktu, misal 3 hari, kalau sudah selesai itu dibalikin. Ini belum selesai, jadi belum dikembalikan. Kalau sudah selesai dikembalikan di satuan. Suratnya ada, kalau enggak tugas enggak dibawa, disimpan di satuan," kata dia."Lagi tugas monitoring, itu perempuan informan. Kalau tugas soal informan enggak melulu kaku jamnya, fleksibel. Kalau secara ukuran standar itu di luar jam dinas, tapi kalau intel waktunya tidak menentu. Kalau mobil milik informan," imbuh dia.Lanjut dia, Pangkostrad Letjen Edy Rahmayadi marah mendengar kabar anggota Kostrad menembak warga hingga tewas. Menurutnya petinggi TNI AD sudah memberikan santunan terhadap keluarga korban Japra (40)."Tadi malam kita santuni, dalam bentuk uang. Tadi juga disantuni uang dan sembako. Untuk tahlilan juga kita siapkan. Pangkostrad sudah mengetahui, perintahnya usut tuntas. Beliau kecewa dengan kejadian tersebut. Tapi kalau pimpinan marah pasti, tapi yang jelas minta diusut tuntas," tukas dia.
Anggota TNI tembak warga di Cibinong dikenal jarang bicara
"Dia (Serda YH) pendiam, jarang bicara, paling senyum-senyum," kata Danyon Intel Kostrad Mayor Deni Eka.
Rekomendasi