Upaya pencegahan tindak pidana korupsi perlu dilakukan secara massif oleh pelbagai elemen masyarakat. Guru menjadi unsur penting dalam pendidikan antikorupsi sejak usia dini.
Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK) merangkul para guru untuk tindak pencegahan antikorupsi melalui pendidikan, dengan menggelar Teacher Supercamp: Guru Beraksi Menulis Antikorupsi. Menurut Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja, peran guru sangat efektif mendukung pendidikan antikorupsi.
"Ini adalah cara utama kita mencegah korupsi dengan guru membuat cerpen, puisi dan komik. Sehingga karya guru-guru mereka bisa dinikmati dan bisa dicerna," ucapnya ketika mengisi acara 'Seminar Membangun Generasi Jujur dan Berkarakter Melalui literasi Antikorupsi' di Gedung KPK, Jakarta, Senin (1/11).
Sasaran setelah adanya kegiatan ini adalah remaja. Mereka bisa memaknai pentingnya melawan korupsi dengan cara menikmati karya para guru. "Guru mengajarkan kepada muridnya agar tidak memiliki jiwa korup," tambahnya.
Hal senada diungkapkan Deputi pencegahan KPK Pahala Naigolan. Dia berharap ke depannya guru-guru bisa mengajarkan pada murid-murid, pentingnya melawan tindak pidana korupsi.
"Kita berharap dengan adanya kegiatan ini guru-guru bisa membuat komunitas guru antikorupsi dan bisa mengajarkan muridnya," katanya.
"KPK tidak bisa berjalan sendiri, KPK butuh semua masyarakat, guru-guru untuk mencegah adanya tindak korupsi," tandasnya.
Kegiatan Teacher Supercamp: Guru Beraksi Menulis Antikorupsi diikuti oleh 25 guru yang terpilih karyanya. Terdapat 513 karya, terdiri dari 115 naskah cerpen, 27 puisi dan 27 komik. Guru yang karyanya terpilih akan dibawa ke Lembang-Jawa Barat. Mereka akan dibekali materi dan keterampilan dari kalangan seniman dan praktisi pendidikan.