Peristiwa tragis menimpa Andy Setiawan Haryanto (20). Mahasiswa Universitas Parahyangan (Unpar) itu meninggal dunia akibat jatuh dari bus tingkat klasik Bandung Tour on Bus (Bandros). Dia jatuh dari tingkat 2 bus gara-gara asyik selfie.Polisi menyebut, Andy tersangkut kabel listrik yang membentang di Jalan Wastukencana, Bandung, saat sedang asik foto-foto dengan posisi membelakang, Rabu (28/10) pukul 13.00 WIB. Tubuh Andy terhempas dari bus tingkat dua tersebut."Penyebabnya, memang tidak menunduk penuh saat sudah diingatkan. Dia lagi megang kamera. Kayak lagi moto-moto. Dan sudah dingatkan tapi susah. Korban posisinya menghadap belakang. Jadi kena leher belakang," kata Kanitlaka Polrestabes Bandung AKP Rahayu Mustikaningsih, di Mapolrestabes Bandung, Rabu (28/10).Andy warga Tasikmalaya itu mengalami luka serius di bagian kepala dan punggungnya. Bahkan dia sempat dilarikan ke ruang ICU Rumah Sakit Santo Borromeous Jalan Ir H Djuanda, Bandung untuk penanganan medis.Sesaat sebelum kejadian, bus dua tingkat dengan gaya klasik itu melintas dari selatan menuju utara."Usai melintas lampu merah bus kemudian bergerak kembali, tapi saat itu korban tersangkut kabel listrik kemudian terjatuh ke aspal bagian belakang bus," kata Wakasatlantas Polrestabes Bandung Kompol Santiaji, di Mapolrestabes Bandung.Tubuh Andy terbanting dari ketinggian sekitar empat meter. Atau tingkat dua bus berwarna kuning tersebut. Akibat kejadian tersebut korban mengalami luka di bagian kepala dan punggung.Sementara itu menurut penuturan sopir Bandros, Dede Sarifudin (38), dia sudah mewanti supaya para penumpang di dek atas dengan atap terbuka selalu waspada."Sebelum naik sudah dikabarin kalau di atas harus menunduk, duduk juga menunduk, dia (Andy) yang pegang kamera sepertinya tidak menunduk," kata Dede di Polrestabes Bandung, Rabu (28/10).Usai kecelakaan itu, Dede langsung diperiksa Satlantas Polrestabes Bandung. Dede mengaku, saat itu dia tengah mengangkut sekitar 20 mahasiswa Universitas Parahyangan (Unpar).Saat melintas di Jalan Wastukencana Bandung, atau tepatnya berdekatan dengan kantor Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Andy diduga lengah hingga kepalanya tersangkut di kabel listrik yang melintang.Dede menambahkan, kendaraan wisata Kota Bandung itu dipesan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bandung."Panitianya Dispora. Ada 20 orang di mobil itu. Saya bawa mobil tidak cepat juga. Bahkan semua penumpang diingatkan untuk tidak lengah," ucap Dede.Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Angesta Romano Yoyol menyatakan, sejauh ini polisi tidak menemukan kelalaian dilakukan sopir Dede. Namun, polisi menduga justru Andy tidak waspada saat menumpang kendaraan wisata itu."Sopir ini enggak ada kelalaian. Tapi kalau kita lihat sekarang bukan pada sopir. Dia (Andy) berdiri, padahal enggak ada yang boleh berdiri. Boleh berdiri asalkan kendaraan berhenti," kata Yoyol di Mapolrestabes Bandung, Kamis (29/10).
Advertisement
Sejak bus wisata itu diberi izin operasi, lanjut Yoyol, Bandros memang hanya dipakai mengangkut warga yang ingin berkeliling Bandung. Hanya saja saat menumpang ada aturan mesti dipatuhi, utamanya buat para penumpang di dek atas. Mereka wajib duduk dan dilarang berdiri."Justru yang berdiri di bawah, di atas duduk. Nah, kalau kendaraan berhenti oleh sopir dijelaskan ini tempat ini, sejarah dan lain-lain, baru penumpang berdiri. Kalau (bus) jalan ya duduk lagi," tutur Yoyol.Saat mengangkut rombongan mahasiswa Unpar berjumlah 20 orang, tambah Yoyol, laju kendaraan tidak lebih dari 20 kilometer per jam."Mana bisa Bus Bandros kencang. Kan diciptakan hanya 20 kilometer per jam. Karena rata-rata per berapa meter ada kabel," terang Yoyol.Sementara Andy, setelah mendapat penanganan medis di RS Santo Borromeous Bandung, akhirnya menghembuskan napas terakhir pada Kamis (29/10) malam."Iya betul tadi meninggal sekitar pukul 19.20 WIB," kata Sekretaris RS Santo Borromeus, Kornelius Rukmana saat dikonfirmasi wartawan.Disinggung, penyebab kematian Andy, dia belum bisa membeberkan lebih jauh karena itu harus menunggu hasil keterangan medis. "Untuk penyebab kita harus menunggu hasil medis," jelasnya.Menyikapi insiden jatuhnya penumpang, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil meminta bus antik itu sementara berhenti beroperasi, hingga evaluasi rampung."Stop dulu ya sampai hasil evaluasi menyeluruh saya terima. Jadi tidak ada pengoperasian dulu saja," kata pria akrab disapa Kang Emil, usai bertemu Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Angesta Romano Yoyol, di Mapolrestabes Bandung, Jumat (30/10).