Usai penumpang jatuh, Pemkot Bandung sangkal kelola langsung Bandros

Menurut Ridwan, Bandros dikelola komunitas dan Organda Kota Bandung.

Andrian Salam Wiyono
Oleh Andrian Salam Wiyono - Reporter
Usai penumpang jatuh, Pemkot Bandung sangkal kelola langsung Bandros
Bandros. ©2015 merdeka.com/andrian salam wiyono

Pemerintah Kota Bandung kini tengah disorot, usai insiden jatuhnya seorang penumpang dari bus wisata Bandung Tour on Bus (Bandros), pada Rabu (25/10). Namun, Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, menganggap pemkot tidak terlibat dalam operasional kendaraan itu."Jadi tidak ada pengelolaan dari Pemkot Bandung. Pemkot hanya penggagas setelahnya diserahkan pada pihak ke tiga yang bekerja sama dengan Disbudpar. Sehingga siapa sopirnya, guidenya itu pihak swasta yang kelola," kata Ridwan di Mapolrestabes Bandung, Jumat (30/10).Menurut Ridwan, bus wisata dua tingkat itu merupakan sumbangan dari sebuah perusahaan di Kota Bandung. Saat ini, bus itu bukan dikelola Pemkot Bandung, melainkan oleh pihak ketiga. Alhasil, Ridwan lepas tangan ihwal teknis pengelolaan.Dari sepengetahuan Ridwan, ada dua pengelola bus Bandros. Satu dikelola oleh Badan Pariwisata, lainnya oleh Komunitas Transportasi."Ada yang sama Pak Nico (Badan Promosi Pariwisata Kota Bandung), ada yang sama Bu Neneng Organda. Artinya semua urusan administrasi mereka yang mengurusnya. Itu teknisnya pihak ketiga harus memahami. Kita hanya gagasan saja kan, karena kami tidak punya SDM. Sehingga pihak ketiga. Coba cek, pengelola itu kan rata-rata yang di dunia perhubungan," papar pria akrab disapa Kang Emil.

Sejak diluncurkan awal 2014 lalu, Bandros mendapatkan respon baik dari warga dan wisatawan yang datang ke Bandung. Bus itu didapat dari pihak ketiga, yang pengelolaannya diserahkan kepada pihak lain. Sampai 2015 ini, Bandung memiliki enam bus bergaya antik itu.Ridwan berjanji akan menilai kembali supaya kejadian itu tidak terulang. Karena keberadaan Bandros sudah menjadi daya tarik Kota Bandung.

"Saya hanya berkepentingan ini agar enggak akan terulang lagi. Itu tujuan kita. Ada gagasan, everybody happy, semua aman," tutup Ridwan.

Rekomendasi