Keluarga korban Kebakaran Inul Vizta tuntut santunan yang sepadan

Adie mengaku sangat terluka mendengar kepergian istrinya dalam kejadian tersebut.

Tommy A Lasut
Oleh Tommy A Lasut - Reporter
Keluarga korban Kebakaran Inul Vizta tuntut santunan yang sepadan
Adie Mohawk Shcetpov dan istri. ©2015 Merdeka.com/Tommy Lasut

Kematian 12 korban kebakaran di Inul Vizta Manado menyisakan duka yang mendalam bagi keluarga. Meski tak dapat mengembalikan lagi roh korban, mereka berharap pihak pengelola dapat memberikan santunan yang sepadan bagi keluarga."Harapannya otomatis kita kan enggak bisa mengganti nyawa orang, jadi penggantiannya harus sepadan. Apalagi ini berat bagi orangtua karena kehilangan 2 orang anak sekaligus Silvia dan Brian," ujar Adie Mohawk Shcetpov (32), suami salah seorang korban meninggal, Silvia Kaawoan, Selasa (10/27).Ditemui di TKP yang terletak di kawasan Megamas, Adi panggilan akrabnya mengaku ia sendiri mengetahui kabar kematian istrinya dari Allan, sepupu korban. Saat itu dirinya kebetulan berada di Makassar."Saya dengar kabar hari minggu sekitar pukul 13.00 siang. Saya langsung pesan tiket malam namun tak ada. Pas kan saat itu (pesawat) sering delay-delay," ujar pria yang bekerja di salah satu rumah produksi film layar lebar di Jakarta ini.Akhirnya dia berangkat keesokan harinya namun tetap saja tak bisa melihat secara langsung jasad wanita yang dinikahinya di Sutan Raja Convention Center ini pada 24 November 2013 silam lalu.Ditanyakan soal perasaannya saat mendengar kabar kematian Silvia, pria berambut gimbal ini hampir tak bisa mengeluarkan kata-kata. Matanya mulai sembab."(Sedih) Iya lah, padahal rencananya saya akan datang kemari sebelum tanggal 24 November. Kita mau bicara ke depannya," jelas Adie.

Rekomendasi