Curahan hati mereka yang berkelamin ganda

Banyak ditemukan kasus warga dengan kelamin ganda.

Supriatin
Oleh Supriatin - Reporter
Curahan hati mereka yang berkelamin ganda
Empat bersaudara kelainan gen. ©2015 Merdeka.com

Sebagai manusia normal, tak ada seorang pun yang ingin terlahir dengan kelamin ganda. Lazimnya, manusia terlahir dengan satu jenis kelamin yaitu laki-laki atau perempuan. Namun karena kondisi tertentu, ada beberapa orang yang terlahir dengan kelamin ganda, laki-laki dan perempuan dalam satu tubuh.Seperti halnya yang dialami Apriyanti alias Apriyandika (24), warga Dukuh Buruan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah harus melakukan operasi kelamin lantaran terjadi perubahan kelamin setelah dilahirkan."Waktu lahir memang perempuan, cuma lama-lama berubah, alat kelaminnya membesar. Sudah dioperasi juga," kata petugas bagian umum PN Kebumen Agus Mardianto saat bercerita kepada merdeka.com, Rabu (13/5).Menurut Agus, selain faktor genetik alasan Apriyanti ganti kelamin juga untuk keperluan melamar pekerjaan. Dengan dikabulkannya permohonan, otomatis juga perlu mengubah ijazah atau surat-surat berharga lain yang berkaitan dengan Apriyanti."Otomatis ubah ijazah, dan itu sidang lagi. Yang diubah di antaranya Akte, ijazah, itu di pengadilan. Nanti kemudian ke capil (catatan sipil)," terangnya.Berdasarkan informasi yang dihimpun, Apriyanti sebagai perempuan berasal dari pernyataan dukun bayi yang membantu proses kelahirannya. Saat dilahirkan, organ reproduksi Apriyanti memang perempuan, tetapi lama kelamaan juga muncul benjolan seperti penis.

Dari jabang bayi sampai tamat SMK tahun 2010, Apriyanti dandan dan mengenakan pakaian perempuan. Surat-surat penting seperti KK, KTP, dan ijazah juga mencatatnya berkelamin perempuan.Saat masa puber, Apriyanti mengaku buah dadanya tidak membesar, malah suaranya semakin berat seperti lelaki normal. Menyadari ada yang aneh dengan dirinya, akhirnya Apriyanti menceritakan kepada keluarganya. Hingga akhirnya diputuskan untuk operasi ganti kelamin.Secara fisik memang Apriyanti lebih cenderung laki-laki. Bentuk wajah, rambut cepak, berkumis dan memiliki jakun. "Dia merasa laki-laki. Memang fisiknya kayak laki-laki, punya kumis juga," lanjut Agus.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Tak jauh berbeda dengan nasib Apriyanti, empat anak dari Torikin (42) dan Seni (37) warga Desa Sukasari, RT 06 RW 01, Kelurahan Bumijawa, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah mengidap penyakit kerancuan kelamin sejak dilahirkan. Keempatnya bernama Z (12), TA (4) dan NI (2) dan SD (19).Orangtua dari empat bocah ini mengaku sempat bingung memperlakukan anaknya sehari-hari. Apakah harus diperlakukan sebagai laki-laki atau perempuan.Torikin mengaku setelah dilakukan musyawarah bersama keluarga besarnya dan istrinya Seni, mereka menyepakati untuk memperlakukan ke empat anaknya sebagai laki-laki. Sehingga, meski mempunyai kelainan pada bagian kelamin ganda, keduanya mengenakan pakaian layaknya sebagai anak laki-laki.

"Awalnya bingung menentukan kelamin ke tiga anaknya saya. Namun akhirnya keluarga sepakat memperlakukan anak-anaknya sebagai laki-laki dalam pergaulan di lingkungannya," ujar Torikin.Yang paling mengesankan dari empat orang anak Torikin yang mengalami kerancuan kelamin yaitu SD. Di mana, perubahan kelamin pada SD terjadi saat dia tengah menempuh studinya sebagai santri di pondok pesantren.Kelainan muncul terutama pada payudara yang mulai hilang, suara SD yang seperti laki-laki dan tumbuhnya kumis dan jambang pada wajah SD.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Kasus terbaru, AN (16) warga Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri harus menanggung beban hidup yang cukup berat. Pasalnya dia memiliki kelamin ganda dan hingga kini tetap belum terselesaikan karena masalah biaya untuk operasi.Menurut keterangan orangtua, kelainan yang dimiliki anaknya tersebut merupakan bawaan lahir. Dalam keseharian khususnya saat bersekolah AN menjadi sosok perempuan dan berjilbab. Namun ketika pulang peran perempuan tergantikan menjadi sosok laki-laki dan membantu orang tuannya bekerja di sawah, seperti halnya mencangkul.Orangtua AN mengaku tak punya biaya untuk mengoperasikan anaknya agar kembali normal. "Uang dari mana Mas, wong yang kerja cuma saya sendiri dan bapaknya juga sering sakit sakitan," ungkap Tutik orangtua AN saat ditemui di rumahnya Rabu (21/10)


Hal yang paling membuat AN terbebani dari kelainan yang ada pada dirinya adalah ketika di sekolah. AN sering mendapat ejekan dan bahkan sering menangis karena diejek berkelamin ganda."Teman-teman mengejek saya laki-laki atau perempuan, kadang saya nangis," ucap AN.AN hanya berharap bila ada yang membantu biaya operasi dirinya ingin menjadi laki laki. "Pengin saya jadi laki laki," ujarnya.Akibat kelamin ganda ini AN mengaku sering merasakan sakit bila tidur dan buang air kecil. "Posisinya itu memang ada dua yaitu yang di atas kelamin laki laki dan yang bawah perempuan, namun kalau buang air kecil hanya kemaluan wanita saja yang mengeluarkan air," kata siswi SMPN di wilayah Kecamatan Semen ini.

Rekomendasi