Kerusuhan akibat pembakaran rumah ibadah di Aceh Singkil pada Selasa (13/10), menimbulkan keresahan warga di wilayah tersebut hingga menyebabkan ribuan warga memutuskan untuk mengungsi. Gubernur Aceh Zaini Abdullah mengatakan, para pengungsi saat ini telah kembali ke tempatnya semula."Semua bukan 7 ribu pengungsi, tapi ada sekitar 5 ribu dan sudah semua kembali," kata Zaini, di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (21/10).Lebih lanjut Zaini mengatakan, pemerintah daerah akan semakin gencar melakukan sosialisasi mengenai pentingnya perizinan rumah ibadah, guna menghindari kejadian serupa terulang kembali."Sosialisasi akan kita lanjutkan, sementara penegak hukum juga masih terus melanjutkan kerjanya sampai keadaan cukup kondusif," imbuh Zaini.Sebelumnya, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Helfi Assegaf mengatakan, para pengungsi terbagi ke dua wilayah. Sebanyak 3.433 orang berada di Tapanuli Tengah, sisanya sebanyak 976 orang di Pakpak Bharat.Di Tapanuli Tengah, pengungsi Aceh Singkil ditampung di 5 lokasi di Kecamatan Manduamas, yakni Gereja HKI, Balai Desa Saragih, SMP 1 Atap Saragih, Gereja HKBP Saragih, dan Katolik Paroki Tumba Jahe.Sedangkan di Pakpak Bharat, para pengungsi Aceh Singkil ditempatkan di kabtor Kecamatan Sibagindar, sekolah, rumah penduduk dan tenda-tenda penampungan.Dalam peristiwa kerusuhan yang ditandai dengan pembakaran sebuah rumah ibadah umat nasrani di Aceh Singkil, sebanyak 1 orang meninggal dunia akibat luka tembak dan 4 orang luka-luka.
5 Ribu warga Singkil yang mengungsi ke Sumut sudah kembali
Sebelumnya warga Singkil mengungsi ke wilayah Sumut setelah terjadi bentrokan di tempat tinggalnya.
Rekomendasi