Bahasa alay tetap jadi tren bagi remaja saat ini

Bagi anak-anak alay, bahasa ini membuat mereka merasa kekinian.

Anwar Khumaini
Oleh Anwar Khumaini - Reporter
Bahasa alay tetap jadi tren bagi remaja saat ini
Alay nonton konser. ©2012 Merdeka.com/Kapanlagi.com/bambang

Budaya di Indonesia saat ini mengalami perubahan dari berbagai sisi, baik perilaku, etika, maupun bahasa yang digunakan oleh masyarakat. Hal ini dipicu dengan kemampuan remaja dalam mengembangkan pengetahuan yang diterima, dan disesuaikan dengan pergaulan.Seperti trend 'alay' yang sering digunakan oleh remaja di Indonesia, baik dalam berperilaku maupun berkomunikasi dengan teman sebayanya. Istilah alay sendiri merupakan stereotipe yang menggambarkan gaya hidup norak atau kampungan."Alay itu biasa disebut anak layangan atau anak lebay yang ingin terlihat selalu eksis dan beda dari yang lain. Biasanya mereka pakai bahasa alay saat nulis status di media sosial," kata Muchlis, karyawan di Roxy Mas, Jumat (16/10).Dalam media sosial, bahasa alay bisa diketahui dari jenis tulisan yang menggabungkan berbagai simbol, seperti huruf kapital dan huruf kecil, angka, dan tanda baca lainnya. Sayangnya, kata-kata yang dihasilkan dari penulisan jenis ini membuat orang lain sulit membaca dan mencerna maknanya.Menurut Agus, mahasiswa IISIP Jakarta, bahasa alay bukan hanya soal tulisan, melainkan cara pengucapan juga bisa dikategorikan sebagai alay. Dia menambahkan, biasanya mereka menggunakan bahasa alay saat bergaul dengan teman-temannya."Biasanya anak alay itu ada penekanan intonasi di kata-kata tertentu, seperti 'Gue' atau 'Elo'. Terutama kata-kata yang ada huruf yang pengucapannya pakai tenggorokan. Kalau mbak pernah nonton acara komedi di TV, pengucapan yang saya maksud selalu digunakan sama artis-artisnya," jelasnya saat di wawancara terpisah.Bagi anak-anak alay, bahasa ini membuat mereka merasa kekinian. Hal ini diuturkan oleh Seorang siswa di MAN 1 Kota Bekasi yang mengaku dirinya sering menggunakan bahasa alay."Saya sering pakai bahasa alay, huruf gede kecil, atau ngomong langsung, saat update status di media sosial. Ya mungkin kata orang ini norak, tapi menurut saya ini tren baru dan membuat saya merasa kekinian," kata Rini saat dihubungi merdeka.com.

(Reporter: Pipit Silvia)

Rekomendasi