Insiden bentrokan antar dua kelompok yang mengakibatkan dua orang tewas dan satu rumah ibadah (gereja) musnah terbakar di Aceh Singkil, sangat disesalkan Ketua Umum Garda Pemuda NasDem Martin Manurung.Martin mengimbau kedua kelompok yang bertikai, untuk mengakhiri masalah yang terjadi. Mengingat hubungan masyarakat Aceh dan suku Batak mempunyai hubungan emosional dalam sejarah peperangan yang tak terlupakan."Di mana para pejuang-pejuang Aceh dengan gagah berani sama-sama memerangi kaum penjajah Belanda, bersama dengan pejuang dari tanah batak Sisingamaraja, pada waktu itu. Bahkan hubungan baik itu terlihat pejuang-pejuang Aceh dimakamkan berdampingan dengan makam Sisingamangaraja, di kota Balige, Toba Samosir, Sumatera Utara," ujar Martin kepada wartawan di Jakarta, Kamis (15/10).Politisi Partai NasDem ini juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terprovokasi dengan situasi yang ada."Saya juga mengharapkan kepada pemerintah untuk menyelesaikan masalah ini dengan arif dan bijaksana. Mengingat kita sama-sama satu rumpun yang sama terlahir dari perut ibu pertiwi ini untuk mendirikan satu kesatuan negara republik Indonesia," tegasnya.Lebih lanjut dikatakannya, bahwa kebebasan umat beragama di Indonesia sudah diatur di dalam undang-undang. Bahkan di dalam Pancasila juga ada yakni sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa."Untuk itu saya mengimbau kepada kedua belah pihak yang berselisih paham untuk segera mengakhiri masalah ini dengan duduk bersama untuk menyelesaikan masalah yang ada. Mengingat Republik Indonesia adalah merupakan negara kesatuan dan persatuan. Kita tidak ingin masalah ini nantinya akan dijadikan momentum oleh pihak pihak manapun yang tidak menginginkan Bangsa Indonesia ini bersatu," pungkas Martin.
Bentrok Singkil dan cerita pejuang Aceh dan Batak lawan penjajah
Hubungan masyarakat Aceh dan Batak sejak dulu terjalin erat. Bentrokan yang terjadi harus diakhiri.
Rekomendasi