Kirab pusaka meriahkan penyambutan 1 Suro di Kediri

Selain kirab pusaka, berbagai tradisi dan kesenian turut memeriahkan 1 Suro di Kediri.

Iqbal Nugroho
Oleh Iqbal Nugroho - Editor
Kirab pusaka meriahkan penyambutan 1 Suro di Kediri
Penari cantik saat memeriahkan ritual petilasan Prabu Jayabaya selama Kirab pusaka di Kediri, Rabu (14/10). Kirab pusaka ini diikuti oleh ribuan warga dan ritual rutin dilakukan setiap tanggal 1 Muharram atau dalam kalender Jawa disebut Suro. ©2015 merdeka.com/imam mubarok
1 dari 7 halaman
Kirab pusaka meriahkan penyambutan 1 Suro di Kediri
Peringatan 1 Suro juga digelar di pamoksan Raja Kerajaan Kediri Sri Aji Jayabaya. Upacara diawali dengan menggelar kirab pusaka Tombak Kiai Bimo dan kemudian diakhiri dengan ritual tabur bunga oleh 16 bocah perempuan. ©2015 merdeka.com/imam mubarok
2 dari 7 halaman
Kirab pusaka meriahkan penyambutan 1 Suro di Kediri
Kirab pusaka tombak Kiai Bimo ini dimulai dari balai Desa Menang Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri menuju ke komplek pamoksan Sri Aji Jayabaya yang merupakan raja dari kerajaan Kediri. ©2015 merdeka.com/imam mubarok
3 dari 7 halaman
Kirab pusaka meriahkan penyambutan 1 Suro di Kediri
Suasana kirab pusaka di Kediri, Rabu (14/10). ©2015 merdeka.com/imam mubarok
4 dari 7 halaman
Kirab pusaka meriahkan penyambutan 1 Suro di Kediri
Reog Ponorogo, Warog, Dadak Merak, Bujang Ganong, Prabu Klana Sewandono dan Jathilan juga tak ketinggalan membuat jalan-jalan utama Kota Kediri seperti berkesenian tanpa batas. ©2015 merdeka.com/imam mubarok
5 dari 7 halaman
Kirab pusaka meriahkan penyambutan 1 Suro di Kediri
Gamelan Bali pun tak mau ketinggalan ikut memeriahkan. ©2015 merdeka.com/imam mubarok
6 dari 7 halaman
Kirab pusaka meriahkan penyambutan 1 Suro di Kediri
Sebagai wujud rasa syukur pada Tuhan, masyarakat membuat gunungan dari buah-buahan dan sayuran dari hasil pertanian masyarakat Kota Kediri. ©2015 merdeka.com/imam mubarok
7 dari 7 halaman
Kirab pusaka meriahkan penyambutan 1 Suro di Kediri
Kesenian kuda lumping dan barongan yang menjadi bagian dari kesenian jaranan khas Kediri. ©2015 merdeka.com/imam mubarok
Rekomendasi