Cerita ayah malu punya anak gangguan mental hingga membunuhnya

Buat menutupi perbuatannya, dia mengaku anak sulungnya itu hilang.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Cerita ayah malu punya anak gangguan mental hingga membunuhnya
Ilustrasi Pembunuhan. ©2014 Merdeka.com

Kasih ibu atau bapak sepanjang masa, kasih anak sepanjang jalan. Pepatah itu sering diungkapkan untuk menggambarkan betapa sayang dan cintanya orangtua terhadap anaknya.

Tapi ternyata, pepatah itu tidak berlaku bagi seorang ayah bernama Masriya bin Darfi (50). Dia tega menghabisi nyawa buah hatinya Ferdi Haryadi (21) karena malu buah hatinya mengalami keterbelakangan mental. Ferdi juga dianggap sering mencoreng nama keluarga akibat kekurangannya itu."Saya kesal, karena saya sering dapat laporan dari warga kalau dia melempari kaca sekolah, terus motor dan mobil orang-orang. Karena memang, anak saya ini autis sejak kecil," kata Masriya di hadapan penyidik Satreskrim Polres Cilegon, Rabu (7/10).Ferdi dihabisi dengan sadis pada Rabu (30/9), sekitar pukul 23.30 WIB. Namun sebelum dibunuh, Masriya menyiapkan karung berisikan 3 buah batu paving blok, dan memakaikan seragam sekolah SMAN 3 Kota Cilegon kepada anaknya tersebut.Pelaku pun pergi ke sebuah sungai di Desa Sindanglaya, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Banten. Sampai di lokasi, tubuh Ferdi diikat dengan sebuah tali yang telah diberi pemberat tiga buah paving blok dalam karung. Lalu korban diceburkan ke sungai dalam keadaan masih bernyawa oleh pelaku."Sebelumnya dari rumah, dia (korban) saya naikin ke motor, saya ajak berkeliling, sampai akhirnya saya ceburkan ke sungai di jembatan Teneng," ungkap Masriya di hadapan penyidik Satreskrim Polres Cilegon.

Beberapa hari tak melihat korban, para tetangga dan kerabat kemudian menanyakan keberadaan Ferdi kepada Masriya. Buat menutupi perbuatannya, dia mengaku anak sulungnya itu hilang.Meski demikian, aksi jahatnya itu terungkap setelah warga menemukan jasad korban mengambang di sungai, dengan kondisi masih terikat dengan tiga buah pavin blok dalam karung, pada Jumat (2/10), sekitar pukul 06.30 WIB.Polres Cilegon langsung melakukan penyelidikan, dan menangkap Masriya bin Darfi (50) yang tak lain adalah ayah kandungnya."Ayahnya ini mengaku capek mengurusi anak dengan kebutuhan khusus tersebut," ujar Kapolres Cilegon, AKBP Anwar Sunarjo.Selain ayahnya, polisi juga menangkap ibu tiri, Rohaeni (30), dan adik tirinya Firman Ariyadi (17). "Kita menangkap kedua pelaku karena diduga ikut merencanakan pembunuhan itu, bersama orangtuanya," ujar Anwar.Wakapolres Cilegon, Kompol Tri Panungko mengatakan, buat mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku akan dijerat dengan Pasal 340 juncto 338 KUHPidana tentang pembunuhan berencana. Dia terancam dibui seumur hidup."Pelaku kita amankan langsung di tempat tinggalnya, berikut barang bukti karung, tali tambang dan tiga buah batu paving blok yang digunakan untuk membunuh korban," ucap Anwar.

Rekomendasi