Gigi, kumis hingga batu akik petunjuk kenali korban Aviastar

Kondisi jenazah yang memprihatinkan menyulitkan tim dokter mengidentifikasi.

Salviah Ika Padmasari
Oleh Salviah Ika Padmasari - Reporter
Gigi, kumis hingga batu akik petunjuk kenali korban Aviastar
evakuasi korban aviastar. ©2015 AFP PHOTO/STR

Satu per satu jenazah korban Aviastar PK-BR berhasil diidentifikasi tim Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes) Polda Sulsel, bersama tim Disaster Victim Identification (DVI).Tidak mudah untuk mengenali jenazah korban. Faktor utamanya lantaran kondisi jenazah yang memprihatinkan, bahkan sebagian tubuh korban gosong terbakar.Seperti saat tim mengidentifikasi jenazah Nurul Fatima (26), Riza Arman (33) dan Soekris Winarto (43). Saat ditemukan, ketiga jenazah kondisinya terbakar.Dokter mengidentifikasi jenazah dengan proses pemeriksaan odontology atau gigi korban, didukung data antemortem masing-masing korban berupa properti yang dikenakannya.Kepala Biddokkes Polda Sulsel, Kombes Polisi R Harjuno menjelaskan, jenazah Nurul Fatima berlabel B 006 beralamat Jalan Sunu 2 No 23 A Makassar, diketahui berdasarkan data primernya yakni pencocokan dental anatomi gigi lalu dasar sekundernya dari jenis kelamin dan usia. Juga didukung data properti yang melekat di tubuh korban yakni cincin kawin bertuliskan nama suaminya, Kamaruddin dan cincin perak yang ada di jari tangan kanannya.

Lalu jenazah kedua berlabel B 009 atas nama Riza Arman, warga Kendari, Sulawesi Tenggara. Dasar primernya tidak ditemukan. Lalu data sekundernya berupa data medis yakni jenis kelamin korban, usia gigi diperkirakan 20 hingga 40 tahun. Lalu data properti didapati pangkak bengkok di pundak yang melekat pada tubuh.Menyusul jenazah ketiga berlabel B 010 atas nama Soekris Winarto beralamat Nunfor, Papua. Data dari data primernya juga tidak ditemukan tapi data sekundernya menunjukkan jenis kelamin laki-laki, gigi tampak kuning dan gigi di bagian belakang sudah tidak ada. Data sekunder lainnya dari properti yang melekat di tubuh korban adalah pakaian yang digunakan berwarna kuning.Sementara itu korban Lisa Falentin (29), salah satu dasar yang digunakan untuk mengenalinya adalah kalung berbentuk hati dan anting-anting yang dikenali keluarganya.Kemudian Pilot Kapten Iriafriadi, Co Pilot Yudhistira Febby Arianto dan teknisi Soekris Winarto dikenali dari sisa pakaian dinasnya yang masih melekat di tubuh, menyusul tiga balita dari struktur giginya, maka jenazah Muhammad Natsir Lawa (56) dikenali dari rambut kumisnya yang masih tersisa.Muhammad Natsir Lawa, beralamat kompleks Perhubungan PT Angkasa Pura I, Jalan Merparti Blok H 6 No 22, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros adalah kepala Otoritas Bandara (Otban) Seko, Kabupaten Luwu Utara.


Harjuno menerangkan, jasad berlabel B 007 adalah jenazah Muhammad Natsir Lawa yang dalam manifes pesawat tertulis M Natsir. Selain dipastikan jenazahnya berdasarkan pemeriksaan dental antropologi forensik, juga diketahui dari rambut kumisnya."Tubuh korban memang sudah terbakar tapi masih tersisa rambut kumis yang tidak sempat terbakar, yang sangat dikenali oleh keluarga," tuturnya.Selain itu, tambahnya, yang dikenali juga dari jasad berlabel B 007 ini dari properti yang melekat di tubuhnya, yakni dari cincin batu yang dikenakannya yang masih tersisa sesuai dengan data antemortem sebelumnya yang dimasukkan ke posko antemortem."Tidak terbantahkan jasad berlabel B 007 ini adalah jenazah M Natsir," kata Harjuno.

Rekomendasi