Akik dan kumis ungkap identitas Natsir korban Aviastar

Natsir merupakan penumpang korban Aviastar berlabel B 007.

Salviah Ika Padmasari
Oleh Salviah Ika Padmasari - Reporter
Akik dan kumis ungkap identitas Natsir korban Aviastar
Kombes Harjuno konpers jenazah Aviastar. ©2015 merdeka.com/mappesona

Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Ka Biddokes) Polda Sulsel, Kombes Polisi Dr R Harjuno yang menangani proses identivikasi jenazah korban pesawat jatuh Aviastar PK-BRM bersama tim Disaster Victim Identification (DVI) mengatakan, sebagian besar kondisi tubuh jenazah dari 10 korban alami kerusakan karena hangus terbakar. Tetapi masih ada gigi, jaringan kulit dan properti yang tersisa di tubuh korban sehingga memperkuat penentuan identitas jenazah.Jika korban Lisa Falentin (29), salah satu dasar yang digunakan untuk mengenalinya adalah kalung berbentuk hati dan anting-anting yang dikenali keluarganya, lalu korban Nurul Fatimah dikenali dari cincin kawinnya yang masih melekat, tertulis nama Kamaruddin suaminya, kemudian Pilot Kapten Iriafriadi, Co Pilot Yudhistira Febby Arianto dan teknisi Soekris Winarto dikenali dari sisa pakaian dinasnya yang masih melekat di tubuh, menyusul tiga balita dari struktur giginya, maka jenazah Muhammad Natsir Lawa (56) dikenali dari rambut kumisnya yang masih tersisa.Muhammad Natsir Lawa, beralamat kompleks Perhubungan PT Angkasa Pura I, Jalan Merparti Blok H 6 No 22, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros adalah kepala Otoritas Bandara (Otban) Seko, Kabupaten Luwu Utara.Harjuno menerangkan, jasad berlabel B 007 adalah jenazah Muhammad Natsir Lawa yang dalam manives pesawat tertulis M Natsir. Selain dipastikan jenazahnya berdasarkan pemeriksaan dental antropologi forensik, juga diketahui dari rambut kumisnya."Tubuh korban memang sudah terbakar tapi masih tersisa rambut kumis yang tidak sempat terbakar, yang sangat dikenali oleh keluarga," tuturnya.Selain itu, tambahnya, yang dikenali juga dari jasad berlabel B 007 ini dari properti yang melekat di tubuhnya, yakni dari cincin batu yang dikenakannya yang masih tersisa sesuai dengan data antemortem sebelumnya yang dimasukkan ke posko antemortem."Tidak terbantahkan jasad berlabel B 007 ini adalag jenazah M Natsir," kata Harjuno.Ditambahkan, hingga siang ini, dari 10 jenazah yang berhasil teridentifikasi, masih tersisa satu jenazah lagi berada di RS Bhayangkara. Belum diserahkan untuk diberangkatkan ke daerah asalnya karena dokumennya masih sementara diproses.Satu jenazah itu jasad berlabel B 005 atas nama Yudhistira Febby Arianto, Co Pilot pesawat Aviastar PK-BRM."Ibunya yang semalam juga hadir di RS Bhayangkara ini belum tiba, jadi belum diserahkan karena aturannya tidak akan diserahkan jika yang terima bukan keluarga intinya. Kita juga tidak ingin menahan tetapi mau dirampung sebaik mungkin," ujar Harjuno.

Rekomendasi