Saat tragedi Mina, Aher mengaku informasi simpang siur

Aher memilih bersikap menunggu kabar dari petugas haji Indonesia di Arab Saudi.

Andrian Salam Wiyono
Oleh Andrian Salam Wiyono - Reporter
Saat tragedi Mina, Aher mengaku informasi simpang siur
Aher. ©2015 merdeka.com/andrian salam wiyono

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, adalah salah satu jemaah haji selamat dalam insiden desak-desakan di Mina, Arab Saudi. Saat kejadian, Aher, sapaan akrabnya, baru saja melaksanakan ibadah lempar jumroh, di Jamarat, Mina, Arab Saudi dan kembali ke tenda melalui jalur Muaisin.Menurut Aher, korban tewas akibat berdesakan lebih dari 700 orang. Mereka saat itu melintas terowongan 204. Terowongan itu biasa digunakan jemaah dari Afrika.Politikus Partai Keadilan Sejahtera itu tiba di Bandung, Senin (5/10) dini hari. Dia berhaji bersama istri, Netty Heryawan, tergabung dalam kloter 67 embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS)."Jadi saya itu sudah melaksanakan lempar jumroh pukul 7.30 (waktu setempat Jumat Kamis 24 September)," kata Aher saat ditemui di Rumah Dinas Gubernur Jawa Barat, Gedung Negara Pakuan, Bandung.Selepas lempar jumrah di Jamarat, Aher hendak kembali ke tempat peristirahatan. Dia kembali melewati terowongan Muaisin."Jalur tersebut memang jalurnya orang Indonesia," ujar Aher.Menurut Aher, jarak dari Jamarat ke tempat peristirahatan diperkirakan tujuh kilometer. Dia dan rombongan tiba di tempat peristirahatan sekitar pukul 09.00 WIB. "Saya balik ke tenda pukul 09.00 WIB, ada kabar tragedi. Saya baru tahu saat itu juga. Ada kabar Indonesia tiga orang. Ada yang bilang yang itu bukan jalur kita. Jadi informasi berbeda-beda," tambah Aher."Siang harinya barulah ada kabar, jemaah kita ada yang enggak kembali ke tenda. Di situ informasi berubah-ubah terus," sambung Aher.Saat itu, Aher mengaku tidak bisa sembarangan mencari informasi soal jemaah, terutama berasal dari Jawa Barat. Alasan birokrasi yang berbelit juga membuat dirinya hanya berdiam di tempat peristirahatan. "Saya menunggu informasi dari Daker (Daerah Kerja Indonesia di Arab)," ucap Aher.Sampai saat ini, korban meninggal dalam tragedi Mina 2015 asal Indonesia tercatat mencapai seratus orang. Sedangkan yang masih hilang mencapai 80 jemaah.Korban insiden Mina asal Indonesia, khususnya dari Jawa Barat, sepertinya melintas terowongan 204. Terowongan tersebut memang bisa memangkas perjalanan dari tempat peristirahatan di Mina menuju Jamarat."Tidak ada yang ingin kecelakaan kan sebenarnya. Kalau kloter 61 (banyak korban tewas) berpikir alternatif. Nah 61 ini cari jalan 204. Jalur orang Mesir, bukan jalur Asia," tutup Aher.

Rekomendasi