Situasi Lapas ada perlakuan tak adil, banyak penyogokan di sana

Penegakan hukum di Indonesia sangat tajam ke bawah dan tumpul ke atas.

Mohammad Yudha Prasetya
Situasi Lapas ada perlakuan tak adil, banyak penyogokan di sana
Ilustrasi penjara. ©shutterstock.com

Hukum yang tebang pilih dan bisa dibeli oleh orang berduit dapat dilihat dari perlakuan para petugas Lapas terhadap terpidana kasus penggelapan pajak, Gayus Tambunan. Hal itu diutarakan oleh mantan warga binaan lapas Gorontalo, yang kini sudah bebas dan menjadi musisi, yakni Bona Paputungan."Saya sebagai mantan warga binaan di Gorontalo tahun 2010 melihat situasi Lapas ada perlakuan tak adil. Banyak penyogokan bermain di sana," ujar Bona dalam sebuah diskusi di kawasan Cikini, Sabtu (26/9).Bona yang sempat tenar dengan lagunya 'Andai ku Gayus Tambunan' itu menilai, penegakan hukum di Indonesia sangat tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Dirinya mengaku pernah menyaksikan sendiri bagaimana warga binaan yang memiliki banyak uang dapat mengakali aturan yang ada di dalam Lapas."Saya ngomong dan melihat berdasarkan apa yang ada di lapangan. Hukum itu memang benar-benar bisa dilaksanakan hanya untuk orang kalangan ekonomi ke bawah," ujar Bona."Bayangkan saja, contoh, jam besuk itu sampai hanya jam 1 (siang). Tapi, malam pun kita bisa dibesuk asal mampu nyogok sipir LP," pungkasnya.Diketahui, berita mengenai napi penggelapan pajak Gayus Tambunan kembali heboh, akibat beredarnya foto Gayus di sebuah restoran bersama dua orang wanita. Foto yang diambil pada 9 September 2015 itu, diklaim terjadi usai mantan pegawai pajak itu mengikuti sidang cerai di Pengadilan Jakarta Utara.Padahal, bukan kali ini saja Gayus membuat Kemenkum HAM kalang kabut. Sebelumnya, Gayus juga sempat tertangkap kamera foto amatir sedang keluar dari lapas, dan menonton pertandingan olahraga tenis di Bali beberapa tahun silam.

Rekomendasi