Menpora batal lepas tukik, lomba surfing internasional tetap digelar

Kompetisi di tahun ke empat ini dibuka sekitar pukul ‎15.00 WIB, diawali dengan Khataman Alquran.

Moch. Andriansyah
Oleh Moch. Andriansyah - Reporter
Menpora batal lepas tukik, lomba surfing internasional tetap digelar
Surfing di Banyuwangi. ©2014 Merdeka.com

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi batal membuka event tahunan Internasional Surfing Competition di Pantai Pulau Merah (Red Island), Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (25/9). Padahal kedatangan menteri asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu, sangat dinanti-nanti di kompetisi yang diikuti oleh 80 surfer dari 16 negara tersebut. Rencananya, event dibuka oleh Imam Nahrawi dengan pelepasan tukik (anak penyu) di bibir pantai bersama Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas. Namun karena Nahrawi ada urusan mendadak, dia batal hadir. Dan pelepasan tukik di bibir pantai juga dibatalkan. Informasi dari internal Kehumasan Pemkab Banyuwangi, sebenarnya Nahrawi sudah hendak berangkat menuju Tanah Osing (sebutan lain Banyuwangi) tapi ketika sampai di bandara, tiba-tiba dipanggil khusus oleh Presiden Joko Widodo ke istana, sehingga urung berangkat. Meski begitu, kompetisi surfing tingkat internasional tetap bisa digelar. "Saya meminta maaf, karena Bapak Menpora tidak bisa hadir. Beliau ada urusan mendadak. Sebenarnya beliau sudah mau berangkat dan sampai di bandara, tapi harus memenuhi panggilan Bapak Presiden (Jokowi) secara mendadak, beliau batal hadir," kata Anas dalam sambutannya. ‎Sementara itu, sebelum kompetisi di tahun ke empat ini dibuka sekitar pukul ‎15.00 WIB, diawali dengan Khataman Alquran oleh 25 qori di bibir pantai, yang kemudian dilanjutkan dengan acara puncak, yaitu kompetisi surfing tingkat internasional. Dikatakan Plt Kepala Dispora Kabupaten Banyuwangi, Wawan Yadmadi, Internasional Surfing Competition di Pantai Pulau Merah kali ini, akan diikuti oleh peselancar dari 18 negara, seperti ‎Venezuela, Swiss, Jerman, Amerika Serikat, Korea, Hungaria, Prancis, Tailand, dan beberapa negara lain, serta tentu saja juga diikuti atlet lokal asal Indonesia. "Mereka (peselancar) akan bertanding selama tiga hari, dimulai hari ini (25/9). Jumat, hari pertama, kompetisi yang dipertandingkan di hari pertama, ‎adalah kelas nasional," terang Wawan.Kemudian, lanjut dia, pada hari Sabtu-nya, giliran peselancar internasional yang akan berlaga. "Dan final dari seluruh kelas tersebut akan dilaksanakan pada hari Minggunya," sambungnya.Sementara kategori lomba yang diikuti ada tujuh pertandingan, yaitu open internasional, nasional, expat, long board, paddle race, ‎grommet usia 14 tahun dan pushing division usia 10 tahun. Sekadar tahu, kompetisi ini merupakan salah satu rangkaian agenda Banyuwangi Festival 2015. Sejumlah event sport tourism ikut mewarnai agenda tahunan di Bumi Blambangan ini. Tujuan dari semua event yang digelar ini sendiri, untuk mempromosikan destinasi wisata di Banyuwangi. Selain Internasional Surfing Competition yang dihelat di Red Island ini, sebelumnya, Pemkab Banyuwangi juga menggelar kompetisi kitesurfing (selancar layang) bersama B-Fest 2015‎ pada 22 Agustus lalu, kemudian balap sepeda Tour de Banyuwangi Ijen pada 5 Mei sebelumnya.Kenapa kompetisi surfing tingkat internasional ini digelar di Red Island? Karena di Pulau Merah ini memiliki pantai yang sangat indah dengan panjang bibir pantai mencapai 400 meter. Tak hanya itu saja, ombak di Pantai Pulau Merah juga sangat cocok untuk olahraga surfing.

Rekomendasi