Asap makin pekat, warga Palembang enggan keluar rumah di hari raya

Warga takut terjangkit ISPA jika berlama-lama keluar rumah.

Irwanto
Oleh Irwanto - Reporter
Asap makin pekat, warga Palembang enggan keluar rumah di hari raya
Kabut asap di Palembang. ©2015 Merdeka.com/Irwanto

Pekatnya kabut asap sejak pagi tadi, membuat warga Palembang membatalkan bersilaturahmi ke rumah tetangga saat hari raya Idul Adha tahun ini. Warga memilih berdiam diri di rumah karena takut terhirup asap akibat kebakaran hutan dan lahan itu.Menurut Sakinah (47), warga Kelurahan Sekip Jaya, Kecamatan Kemuning, Palembang, asap yang pekat sangat mengganggu aktivitasnya hari ini. Dia pun memaksakan diri berangkat ke masjid untuk melaksanakan salat Ied. Begitu salat usai digelar, dia langsung pulang ke rumah."Asap hari ini lebih parah dibanding hari sebelumnya. Mau salat (Ied) tadi, hampir tidak bisa melihat jalan, tapi tetap berangkat," ungkap Sakinah kepada merdeka.com, Kamis (24/9).Senada diungkapkan Harun (37), warga Kamboja Palembang. Bapak tiga anak ini mengaku tidak bisa leluasa bersilaturahmi dengan tetangga di hari raya ini. Hal ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang cukup semarak."Mau keluar rumah saja malas karena lihat asap tebal, apalagi mau keliling silaturahmi," kata dia.Meski tidak bersilaturrahmi, warga menyempatkan datang melihat prosesi penyembelihan hewan kurban di masjid-masjid. Namun, warga tidak bisa berlama-lama karena khawatir asap membahayakan pernapasan."Tadi lihat orang potong kurban, pinginnya lama-lama, pulang lagi karena asap makin tebal," ujarnya.Diberitakan sebelumnya, Kasi Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Sultan Mahmud Badarudin (SMB) II Palembang Agus Santosa mengungkapkan, informasi konsentrasi partikular (PM10) pada Kamis (24/9) pukul 05.00 WIB adalah sebesar 1.080,36 dan konsentrasi meningkat pada pukul 06.00 WIB sebesar 1.098,11. Partikular adalah partikel udara yang berukuran lebih kecil dari 10 mikron (mikrometer).Sementara nilai ambang batas (NAB) adalah batas konsentrasi polusi udara yang diperbolehkan berada dalam udara ambien adalah 150 ugram/m3."Dari data konsentrasi partikular pagi ini, kepekatan kabut asap di Palembang sudah masuk zona berbahaya," ungkap Agus, Kamis (24/9).Kemudian, laporan cuaca yang diperoleh pada hari ini, angin dari Barat sebesar 2.0 knot (1.0 m/s) dengan jarak pandang hanya 100 meter. Kondisi cuaca masuk kategori berasap dengan kondisi awan overcast (8 oktas) di ketinggian 200 kaki. Untuk titik embun menurun di angka 21°C dengan tekanan udara sebesar 1012 hPa (29.88 incHg).

Rekomendasi