Dua orang jemaah haji asal Indonesia dari embarkasi Makassar, Norma bin La Tang Kulasse (55) bersama iparnya Rosnallang Caco Baba (46) menjadi korban jatuhnya crane di Masjidil Haram, Mekkah. Keduanya kini menjalani perawatan di di Rumah Sakit Annoor, Saudi Arabiah.Putra Norma, Saparuddin mengatakan, di hari naas tersebut, ibunya, Rosnallang kakak iparnya, Nurqalbi Saodek (36) ke Masjidil Haram untuk menunaikan ibadah salat Maghrib. Saat terdengar bunyi gemuruh, Norma dan Rosnallang kaget lalu berusaha keluar mesjid tetapi justru terkena reruntuhan. Hanya Nurqalbi yang tidak sempat bergeser dari tempatnya duduk semula yang selamat."Nurqalbilah yang menelpon kami semalam kalau ada musibah itu. Tapi Alhamdulillah hanya terluka. Semoga segera sembuh agar bisa kembali melanjutkan rangkaian ritual ibadah yang masih tersisa," kata Saparuddin saat ditemui di kediamannya di Jalan Poros Malino, Blok Pasar, Kabupaten Gowa, sekitar 10 kilometer dari Makassar, Sabtu, (12/9).Saparuddin menjelaskan, luka ibunya lebih parah dari bibinya, Rosnallang. Norma alami luka robek kepala, bibir dan kaki. Adapun Rosnallang luka memar di kepala dan wajah.Ia menambahkan, ibunya berangkat ibadah haji bersama kakaknya bernama Pagga bin La Tang Kulasse (57) dan istrinya, Rosnallang Caco Baba serta menantu Norma bernama Nurqalbi Saodek (36). Mereka berangkat satu kelompok terbang (Kloter) dari Kabupaten Gowa yakni Kloter 5.
Berniat selamatkan diri, 2 jemaah Indonesia jadi korban crane patah
Kedua korban mengalami luka di bagian kepala.
Rekomendasi