Percaya atau tidak, di Banyuwangi ada warga bernama Tuhan. Bapak beranak dua warga RT 001 RW 002 Dusun Krajan, Desa Kluncing, Kecamatan Licin, Banyuwangi, Jawa Timur itu kini usianya 42 tahun. Sehari-hari Tuhan, atau yang biasa disapa Toha menafkahi keluarga dengan menjadi tukang kayu."Nama itu merupakan pemberian orangtua sejak lahir," kata Toha, Jumat (21/8) lalu.Toha berusaha menyakinkan kebenaran nama uniknya tersebut dengan menunjukkan dua identitas, KTP dan SIM C kepada wartawan.Ketika diamati lebih lanjut, keterangan yang tertera di kedua kartu tersebut benar adanya. Cuma bedanya yang di KTP foto Tuhan sebelum memiliki kumis, sedangkan yang di SIM C fotonya yang telah berkumis seperti penampilannya sekarang.Tuhan lahir tanggal 30 Juni 1973 di Banyuwangi, beragama Islam dan berstatus kawin istrinya bernama Husnul Hotimah.
Advertisement
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Tuhan merupakan anak bungsu dari tujuh bersaudara. Orangtuanya bernama Jumrah dan Dawiyah. Di antara saudara-saudaranya, cuma Toha atau Tuhan yang namanya unik berbeda dari lainnya.Saat ditanya alasan orangtua memberikannya nama Tuhan, Bapak dari Novita Sari dan Dwi Lestari ini juga tidak tahu pasti. Bahkan saat kedua orangtua masih hidup, Toha juga tidak pernah dijelaskan keunikan itu. Salah satu alasannya memang selama ini Tuhan juga tidak merasa aneh dengan namanya tersebut.
Semua menjadi ramai setelah identitasnya diketahui publik akhir-akhir ini. Bahkan di media sosial, nama unik Tuhan menjadi perbincangan di kalangan netizen.Selama ini Toha juga tidak pernah menyangka bila namanya akan ramai jadi perbincangan. Dia pun mencoba menduga mengapa kabar namanya mulai ramai diperbincangkan orang banyak.
Advertisement
Orang yang memotret KTP dan mengunggahnya di akun Facebook sehingga membuat pemberitaan menjadi ramai, Tuhan juga tidak mengenalinya. Namun Tuhan ingat, dulu pernah dia meminjamkan KTPnya untuk mengurus perpanjangan surat tanda nomor kendaraan. Tuhan lalu memberikan KTP-nya kepada seorang guru, namun dia lupa nama guru SD itu.Kejadian berawal saat guru tersebut membeli sepeda motornya merek Yamaha Vixion. "Mungkin dari sini KTP saya ada yang motret," kata Tuhan. Mungkin dari guru tersebut lalu namanya ramai dibicarakan hingga akhirnya banyak wartawan yang ingin bertemu dengannya untuk wawancara. Namun karena merasa tidak ada masalah apa-apa, Tuhan justru ketakutan."Saudara saya tanya, saya ada kasus apa kok sampai dicari-cari wartawan," kata Tuhan.Kerabat Tuhan pernah mendatangi rumahnya. Dia pun kaget karena kerabat bertanya mengapa dirinya banyak dicari wartawan.
Advertisement
Namun kini semua itu sudah jelas bagi Tuhan. Para wartawan mencari dirinya untuk wawancara karena namanya yang unik ini.Terkait fenomena nama unik ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun ikut angkat bicara. MUI pun mengimbau kepada yang bersangkutan untuk mengganti nama, atau menambah nama di awal atau akhir nama Tuhan. Tujuannya, agar nama itu tidak mengandung penafsiran yang salah."Sebaiknya diganti saja, itu lebih baik. Atau bisa ditambah nama di depan atau di akhir nama yang sekarang," saran Ketua MUI Jawa Timur, KH Abdussomad Bukhori, Senin (24/8).
Menurutnya, nama Tuhan kurang baik dilihat dari segi etika agama. Sebab, nama Tuhan dikenal sebagai zat yang menciptakan alam semesta dan diagungkan oleh umat beragama. Untuk itu, Kiai Somad meminta petugas catatan sipil agar menarik KTP Tuhan.
Advertisement
"Biar sementara tidak dapat mengakses layanan pemerintah, sampai mengganti namanya itu," imbaunya.Diakuinya, memang dalam ajaran Islam tidak ada larangan memakai nama Tuhan. Namun, harus ditambahi dengan nama lain di depan atau belakangnya. "Tujuannya agar tidak ditafsirkan sebagai Tuhan Yang Esa, Tuhan Yang Maha Tunggal," ucapnya.Dia mencontohkan, nama Ghofur, nama lain dari Tuhan yang bermakna sang pemberi ampun.
"Tapi harus ditambahi dengan nama, misalnya Abdul Ghofur, yang artinya hamba sang pemberi ampun," tandasnya.