Pemimpin bangsa dinilai belum mampu terjemahkan UUD 1945

"Bagaimana Anda membangun Pancasila dengan fondasi liberal kapitalisme," kata Eros Djarot.

Siti Nur Azzura
Oleh Siti Nur Azzura - Reporter
Pemimpin bangsa dinilai belum mampu terjemahkan UUD 1945
Lomba jahit bendera. ©2015 merdeka.com/imam buhori

Budayawan Indonesia, Eros Djarot mengimbau agar masyarakat bisa memahami dasar-dasar negara Indonesia. Hal ini bertujuan agar bangsa Indonesia bisa memaknai ulang arti kemerdekaan yang pernah diperjuangkan oleh para pemimpin terdahulu."Kalau kita mau refleksikan sesuatu harus ada dasarnya. Harus ada yang dijadikan pegangan. Yang sederhana, apakah yang sekarang ini bangsa adalah bangsa yang sesuai dengan mimpi dan cita-cita? Kalau mau memberikan penilaiannya saya mengajak ke pemikiran dasar," kata Eros dalam diskusi bulanan di Auditorium DPP Partai Nasional Demokrat (NasDem), Jakarta Pusat, Minggu (22/8).Dia mengatakan, yang menjadi masalah dari refleksi kemerdekaan adalah ketidakmampuan pemimpin bangsa dalam menerjemahkan setiap alinea dari pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Inilah yang mengakibatkan karut marutnya kondisi negara Indonesia, sebab dalam pembukaan UUD 1945 sudah tercantum berbagai maksud dan tujuan dari diperjuangkannya kemerdekaan. "Di alinea pertama kalau menurut saya dia bermakna pendiri publik mengingatkan generasi bahwa ada tata nilai yang dijunjung tinggi bangsa, yaitu kemerdekaan. Di alinea kedua ada catatan perjalanan sejarah, bahwa kemerdekaan bukan jatuh dari langit melainkan lewat perjuangan," jelas Eros.Selain itu, di alinea ketiga menjelaskan pernyataan politik bangsa bahwa berkat restu Tuhan tercapai kemerdekaan. Sedangkan di alinea keempat, ditawarkan bagaimana mengisi kemerdekaan, sehingga masyarakat bisa mengetahui apa yang harus dilakukan ke depannya."Bagaimana Anda membangun Pancasila dengan fondasi liberal kapitalisme. Jangan hanya pakai trisakti atau nawacita. Kita harus memahami pola pikir pemimpin terdahulu. Jangan coba-coba jadi anggota DPR, DPRD, atau penguasa kalau belum paham tentang negeri ini. Karena pertanyaan terakhirnya mau dibawa ke mana negeri ini," tutupnya.

Rekomendasi