Presiden Joko Widodo resmi mencopot Tedjo Edhy Purdijatno sebagai Menko Polhukam. Posisinya kini digantikan Luhut Panjaitan.Komisi Untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) menilai keputusan Jokowi sangat tepat. Sebab selama 10 bulan bekerja, Tedjo dinilai tak bisa menunjukkan kinerja maksimal dan cenderung tidak menyelesaikan pelanggaran HAM."Kami melihat peran Menko Polhukam Tedjo tak berfungsi bahkan tidak berkontribusi. Kadang mengganggu isu HAM dengan tidak mau bertemu dengan pendamping korban pelanggaran HAM," kata Koordinator KontraS, Haris Azhar, di Kantor KontraS Jl Borobudur no 14 Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (14/8).Tedjo, kata Haris, juga melakukan kesalahan fatal atas pernyataan kontroversial yang menyebut masyarakat pendukung KPK sebagai rakyat enggak jelas. Untuk keputusan Jokowi yang kali ini mencopot Tedjo, dia sangat mengapresiasi."Saya mengapresiasi ada angin segar saat Indonesia dalam kondisi krisis seperti sekarang," katanya.Kepada Luhut, ia berharap tidak mengulangi kesalahan yang pernah dilakukan Tedjo dan melakukan evaluasi kinerja di Kemenko Polhukam. Salah satunya menyelesaikan kasus pelanggaran HAM berat di masa lalu sesuai dengan hak korban.
KontraS apresiasi keputusan Jokowi copot Tedjo dari Menko Polhukam
Sepuluh bulan pimpin Kemenko Polhukam, Tedjo dinilai bekerja tak maksimal bahkan beberapa kali membuat kontroversi.
Rekomendasi