Mata hati sejoli ini telah dibutakan oleh cinta dan nafsu. Aksi dari sepasang kekasih yakni, Gama Mulya dan AS harus berujung di jeruji besi lantaran nekat memerkosa seorang mahasiswi EW yang merupakan kerabat dekat dari AS.Berawal dari utang keperawanan, Gama Mulya mengancam akan mengakhiri hubungannya dengan AS jika tidak membayar utang tersebut. Tak tanggung-tanggung, Gama Mulya meminta kepada AS untuk menyediakan seorang wanita yang masih polos atau belum terenggut keperawanannya.Karena cinta sudah menggelapkan akal pikiran, AS lantas mempersembahkan sahabatnya untuk disetubuhi Gama Mulya. Entah apa yang ada dibenak pria ini, di hadapan AS, Gama Mulya melakukan aksi bejatnya.Bahkan, Gama Mulya tidak sungkan meminta bantuan AS untuk merangsang dirinya lantaran kesulitan ereksi. Tak hanya itu, terungkap jika Gama Mulya juga kerap melakukan aksi gila saat melakukan hubungan badan dengan AS. Disebutkan bahwa dia senang merantai dan mencoret tubuh wanita yang disetubuhinya.Pakar Psikologi, Reza Indragiri menyebut Gama Mulya memiliki kelainan seksual. Menurut dia, apa yang dilakukan Gama Mulya adalah bentuk kelainan seksual BSDM (Bondage, Sadism, Discipline, Masochism), atau dengan kata lain Sadokisme."BSDM. Rupa-rupa kelainan seksual yang menggunakan kekerasan sebagai cara untuk membangkitkan dan melipatgandakan gairah," kata Reza saat berbincang dengan merdeka.com, Kamis (13/8).Reza menilai apa yang dilakukan Gama Mulya sudah masuk dalam kategori keji. Bukan hanya EW, dia menganggap AS juga merupakan korban dari kelainan seksual Gama Mulya.AS dinilai merupakan korban kejahatan yang menjelma sebagai pelaku kejahatan. Pasalnya, AS yang diketahui mahasiswi dari salah satu Universitas Negeri di Malang rela membantu sekaligus menyaksikan kekasihnya berhubungan badan dengan sahabatnya sendiri."Yang 'menarik' adalah bagaimana korban kejahatan (AS) menjelma sebagai pelaku kejahatan. Praktis dia seperti sudah menjadi budak, hamba sahaya si lelaki," jelasnya.Jika Gama Mulya dinyatakan mengidap kelainan BSDM, namun, tidak untuk AS. Hal itu ditegaskan Reza karena AS nekat melakukan hal tersebut hanya untuk menutupi aib yang kemudian dimanfaatkan oleh Gama Mulya."Kalau si perempuan tidak menghendaki BSDM, tapi karena terpaksa maka dia tidak termasuk memiliki kelainan," imbuh dia.Secara psikologis, lanjut Reza, Gama Mulya adalah sosok pria yang sangat berbahaya. Sebab, dianggap Reza, pelaku pemerkosaan tersebut sangat cerdas memanipulatif pikiran orang lain.Untuk itu, secara tegas dikatakan Reza, pihak kepolisian atau pengadilan harus berani mengambil sikap terkait insiden ini. Menurut dia, Gama Mulya harus menerima hukuman yang berat alias hukuman mati."Meski kelainan tapi tetap bisa dipidana. Daripada merepotkan dan nantinya mengancam masyarakat hukum mati saja," tegas Reza.Kepada merdeka.com, Master Psikologi ini juga menyayangkan sikap pemerintah yang tidak mau menunjukkan taring hukum kepada pelaku tindak kejahatan seksual. Apalagi, rancangan undang-undang (RUU) antikekerasan seksual yang disusun Komnas Perempuan disebut Reza hal yang keliru."Saya menentang RUU Antikekerasan Seksual yang disusun Komnas Perempuan. Bagaimana merehab orang yang mengidap BSDM?" ucapnya.Bukan hanya itu, Reza juga mempertanyakan draft RUU KUHP yang diajukan Presiden Jokowi. Di mana dalam draft itu diusulkan pelaku pemerkosaan hanya dihukum maksimal 15 tahun penjara.Reza menegaskan seharusnya pemerintah mau mengambil langkah tegas mengenai kejahatan seksual. Bukan hanya sekedar hukuman kurungan di balik jeruji besi, dia justru mengimbau pemerintah harus menggalakkan hukuman bagi para pelaku."Selain pidana, pelaku kekerasan seksual kudu dijatuhi sanksi sosial. Tato di bagian tubuh yang terlihat dan tanda khusus di KTP," terangnya."Jadi kalau pelaku tidak bisa disembuhkan, namun kewaspadaan masyarakat bisa ditingkatkan," pungkas Reza.
Senang merantai dan mencoret tubuh korban, Gama idap kelainan apa?
Gama Mulya juga tidak sungkan meminta bantuan AS untuk merangsang dirinya lantaran kesulitan ereksi.
Advertisement
Rekomendasi