Ini jawaban Pemkab Jembrana soal insiden Samsul di kantor KPU

Kasubag Publikasi dan Dokumentasi Pemkab Jembrana, IB Surya Putra menjelaskan kronologi kejadian.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Ini jawaban Pemkab Jembrana soal insiden Samsul di kantor KPU
Samsul, penyandang cacat di Jembrana. ©2015 Merdeka.com

Insiden yang mengakibatkan tanggalnya sebuah gigi Samsul saat pendaftaran para bakal calon daerah di KPUD Jembrana, beberapa waktu lalu akhirnya diluruskan. Lalu bagaimana peristiwa tersebut bisa terjadi?Kasubag Publikasi dan Dokumentasi Pemkab Jembrana, IB Surya Putra menjelaskan saat itu Samsul ingin menyalami Bupati Jembrana I Putu Artha seusai mendaftar bersama Wakil Bupati I Made Kembang Hartawan. Bupati membalasnya dengan tos kepada Samsul. Bahkan Bupati saat itu memberikan sangu kepada Samsul.Kemudian Putu Artha bersama Kembang Hartawan pergi meninggalkan Kantor KPUD Jembrana. Sekitar satu jam kemudian datang Balon Bupati dan Wabup yang lain. Lagi-lagi saat itu, Samsul ingin mendekat sambil ngomong tidak karuan.Karena dipandang akan mengganggu jalannya pendaftaran balon bupati dan calon wakil bupati, pihak Kepolisian yang menjaga ketat pelaksanaan pendaftaran meminta bantuan Satpol PP untuk mengamankan Samsul.Namun ketika diamankan Samsul berontak dan ingin melawan. Kemudian Samsul diantar menggunakan mobil Satpol PP pulang ke rumahnya di Kelurahan Loloan Timur. Selama perjalanan mengantar Samsul, tidak ada penganiayaan.Bahkan kata Putra, ketika sudah sampai di rumah Samsul diturunkan, tiba-tiba entah mengapa dia mengambil sabit dan memukul mobil Pol PP hingga penyok. Karena mengamuk dan membawa senjata tajam, Pol PP kemudian menghalaunya dengan tendangan yang mengenai mulut Samsul. Namun nahas kaki salah seorang anggota Pol PP terkena sabetan sabit Samsul hingga tiga jahitan.Oleh Pol PP Samsul sempat ditawari untuk berobat ke RSU, namun dia menolak."Jadi soal dikatakan bahwa saat kejadian itu bapak I Putu Artha ada di tempat saat itu, tidaklah benar. Bahkan dikatakan justru terdiam dan tersenyum melihat keluguan Samsul saat diseret menuju mobil dinas Satpol PP, itu tidak benar," tegasnya, Jumat (7/8) melalui rilisnya.Sudah jelas saat itu katanya, bahwa saat Samsul diamankan, I Putu Artha satu jam sebelumnya sudah tidak ada di KPUD Jembrana."Untuk diketahui, Samsul adalah salah satu penyandang cacat yang memiliki prestasi sebagai atlet lempar lembing dan pernah menjuarai event nasional lempar lembing untuk penyandang cacat atau disabilitas. Dia juga beberapa kali diberikan bantuan modal usaha dan ternak, namun Samsul tidak mengelolanya dengan baik. Selain dishabilitas Samsul juga mengalami gangguan mental," ungkapnya.

Rekomendasi