Polisi-polisi ini jadi 'korban' insiden Tolikara

Kini AKBP Suroso ditugaskan di inspektorat Polda Papua, & Irjen Yotje dimutasi sebagai perwira tinggi Yanma Polri.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Polisi-polisi ini jadi 'korban' insiden Tolikara
Yotje Mende. ©blogspot.com

Polda Papua baru berhasil menangkap dua tersangka terkait insiden pembakaran masjid dan kios di Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua, Jumat (17/07) lalu. Dua tersangka yaitu berinisial AK dan YV yang merupakan PNS di Tolikra dan pegawai bank.Mereka dianggap provokator dari peristiwa yang akhirnya menewaskan satu orang warga tersebut. Ulah mereka yang keji membuat masyarakat setempat kehilangan rumah dan dilanda taruma. Banyak pihak mengecam aksi brutal yang terjadi di tanah Papua itu.Bahkan, untuk melindungi warganya Bupati Tolikara Usman Wanimbo meminta pos pengamanan (pospam) di wilayahnya ditambah. Bupati Tolikara meminta khusus Pos TNI dan Polri bisa membuat Kabupaten Tolikara lebih terjamin keamanannya, sehingga masyarakat merasa nyaman."Mengenai permintaan Bupati Tolikara itu, saya telah memerintahkan Kodim 1702/Jayawijaya dan Satgas Pamrahwan agar dalam waktu dekat segera membangun pos TNI di daerah yang dianggap perlu," kata Komandan Korem (Danrem) 172/PWY Kolonel Inf Tri Yuniarto, di Papua Kamis (30/7).

Namun di sisi lain, usai insiden pembakaran itu kabar kurang enak menimpa dua petinggi kepolisian di Papua yakni Kapolres Tolikara AKBP Suroso dan Kapolda Papua Irjen Yotje Mende. Kapolres Tolikara AKBP Suroso dicopot dari jabatannya dan diganti AKBP Musa Korwa. "AKBP Suroso tidak gagal dalam melaksanakan tugas sehingga dipercayakan menduduki jabatan baru," kata Wakapolda Papua Brigjen Pol Rudolf Roja, Senin (27/7).Kini AKBP Suroso ditugaskan di bagian inspektorat Polda Papua. Sedangkan Kapolda Papua Irjen Yotje Mende diganti oleh Kapolda Papua Barat Brigjen Paulus Waterpauw.Mutasi jabatan itu tertuang dalam surat Telegram Kapolri nomor ST/195//VII/2015. Dalam telegram itu, Yotje dimutasi sebagai perwira tinggi Yanma Polri dalam rangka pensiun.Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Suharsono membenarkan pada Jumat 31 Juli akan dilaksanakan serah terima jabatan. Untuk posisi Kapolda Papua Barat yang akan ditinggalkan Paulus, Mabes Polri menunjuk Brigjen Royke Lumowa."Betul besok pagi akan dilaksanakan sertijab untuk Kapolda Papua dan Kapolda Papua Barat," ungkap Suharsono di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (30/7).Setelah dilakukan sertijab pada Jumat (31/7) di Rupatama Mabes Polri, Brigjen Paulus Waterpauw akan langsung tancap gas melaksanakan tugasnya. Dengan jabatan barunya ini, Paulus berjanji akan membuat terobosan baru selama kepemimpinannya di Papua.Ada beberapa hal yang sudah dia rancang. Mulai dari mengunjungi tokoh agama dan pemerintah setempat untuk memaksimalkan komunikasi."Pertama kunjungi Tolikara bertemu tokoh tokoh baik agama, adat, pemerintah untuk kita samakan persepsi dengan perkembangan terakhir dinamika rangkaian kejadian sampai dengan penanganan seperti apa. Apa perlu rekonsiliasi dulu atau penegakan hukum aksi. Nah itu melalui komunikasi yang akan dilakukan dengan pihak terkait," jelas Paulus di Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (31/7).Mengenai keamanan di Tanah Papua, dia menegaskan akan dilakukan berbagai pihak. "Prinsipnya di Papua kita harus melakukan upaya upaya untuk menanam jaringan dengan melibatkan para pihak termasuk mengintensifkan kekerasan anggota kita yang memiliki kemampuan kemampuan untuk mendeteksi itu termasuk berkomunikasi dengan berbagai pihak. Sehingga sekecil apapun informasi kita bisa cepat menanganinya," jelasnya.Selain itu, Paulus akan menyiapkan satuan satuan khusus dalam upaya penegakan hukum. Kata dia, Gangguan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) masih terus beraksi dengan ancamannya. Oleh karena itu, menurut Paulus Satuan khusus akan terus memonitor."Termasuk memberikan upaya upaya agar mengeliminir jangan sampai mereka lakukan pergerakan yang tidak dikendalikan oleh aparat. Yang selama ini kan dari satgas TNI, Polri sudah cukup sinergi untuk membangun komunikasi dalam rangka menangani masalah yang ada di sana. Termasuk arahan kapolri terkait komunikasi dengan tokoh agama masyarakat pemerintah," tutup Paulus.

Rekomendasi