Museum Tsunami, lokasi paling digemari saat libur Idul Fitri di Aceh

Tempat itu menjadi tujuan liburan karena gratis, dan sebagai lokasi buat bernostalgia.

Afif
Oleh Afif - Reporter
Museum Tsunami, lokasi paling digemari saat libur Idul Fitri di Aceh
Museum Tsunami di Aceh dipadati pengunjung. ©2015 merdeka.com/afif

Ribuan pengunjung hingga H+5 Idul Fitri 1436 H masih memadati Museum Tsunami. Mayoritas mereka berasal dari kabupaten/kota buat berlibur bersama sanak saudaranya dan memperkenalkan kalau tempat mereka tinggal pernah dilanda bencana Tsunami pada anak-anaknya.Museum Tsunami sudah dipadati pengunjung saat gedung dibuka pukul 09.00 WIB, hingga waktu istirahat pukul 12.30 WIB untuk salat zuhur. Lalu, gedung dibuka kembali pada pukul 14.00 WIB dan langsung dipadati pengunjung hingga tutup pukul 16.15 WIB.Untuk masuk dalam gedung Tsunami, pengunjung tidak dipungut biaya. Kendati demikian, setiap sudut ada pemandu yang siap melayani pengunjung bila membutuhkan penjelasan.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Selain orang dewasa, remaja juga terlihat banyak yang mengunjungi museum Tsunami. Ada juga sejumlah anak-anak bersama keluarganya. Saat hendak masuk ke dalam gedung, tentunya anak-anak harus digendong karena harus melalui lorong gelap dan ada percikan air jatuh dari atas.Saat berada di dalam gedung, rata-rata pengunjung langsung mengambil tiket untuk nonton film dokumenter tragedi Tsunami 10 tahun silam, tepatnya pada Minggu, 26 Desember 2004. Terlihat pengunjung harus mengantre, karena kapasitas ruang pemutaran hanya bisa menampung sekitar 50 orang.Petugas sudah siaga menanti sejak dari pintu masuk pertama, hingga di setiap objek dan depan pintu bioskop mini tempat pemutaran film dokumenter. Mereka mengarahkan setiap pengunjung bersabar dan antre dengan tertib."Semua berkesempatan menonton, mohon antre dan yang sudah ada tiket dipersilakan masuk," pinta salah seorang petugas di depan pintu bioskop mini dalam Museum Tsunami, di Banda Aceh, Rabu (22/7).Jufri (32 tahun), seorang pengunjung datang dari luar kota Banda Aceh mengaku sengaja berkunjung ke Museum Tsunami bersama keluarga buat mengenang tempat itu pernah dilanda Tsunami. Dia berharap anak-anaknya kelak tidak melupakan bencana alam pernah terjadi di Aceh."Sengaja kami berlibur ke sini (Museum Tsunami). Selain berlibur, ya untuk memperkenalkan pada anak-anak bahwa Aceh pernah dilanda bencana dahsyat," kata Jufri.Sementara itu, Koordinator Pemandu Museum Tsunami, Muttaqin mengatakan, jumlah pengunjung selama masa liburan Idul Fitri memang membeludak. Setiap harinya, pihak pengelola harus melayani pengunjung mencapai sepuluh ribu orang dari berbagai penjuru kabupaten/kota dan luar Aceh."Luar Aceh juga banyak yang datang, termasuk warga di luar kota Banda Aceh mereka berkunjung ke Museum Tsunami," kata Muttaqin.Sedangkan pengunjung mancanegara paling banyak, menurut Muttaqin, adalah warga negara Malaysia. Selebihnya ada turis dari Amerika Serikat, Australia, dan juga sejumlah negara lainnya.

Rekomendasi