Peringatan Nuzulul Quran, keluarga crew korban Hercules nangis haru

Keluarga diminta untuk bersabar dengan menerima keadaan atas datang takdir kematian keluarganya.

Darmadi Sasongko
Oleh Darmadi Sasongko - Reporter
Peringatan Nuzulul Quran, keluarga crew korban Hercules nangis haru
Diundang Nuzulul Quran oleh TNI AU keluarga crew korban Hercules menangis haru. ©2015 Merdeka.com

Anggota keluarga crew korban kecelakaan Hercules A-1310 menggelar peringatan Nuzulul Quran dan Doa Bersama. Acara digelar di Hanggar Skuadron 32 di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Seluruh perwakilan korban datang dengan mengenakan pakaian serba putih. Mereka memenuhi hanggar yang sebelumnya digunakan untuk menyemayamkan 12 jenazah para crew yang menjadi korban.

"Acara ini rutin kita gelar, hanya saja tahun ini memang kita sedang dalam suasana duka atas jatuhnya Hercules di Medan," kata Letkol Sutrisno, Kepala Penerangan Lanud Abdulrachman Saleh di Malang, Jumat (10/7).

"Kita berharap bisa menumbuhkan semangat pengabdian terhadap bangsa dan negara," sambungnya.

Acara diisi dengan penyerahan santunan yang dilanjutkan dengan tausyiah dan berbuka bersama. Tausyiah disampaikan oleh KH Mujahid asal Kota Malang dari atas panggung dengan gambar latar foto almarhum12 korban kru Hercules A-1310.

Sebelum memberikan tausyiah, para keluarga diajak berdoa bersama untuk almarhum. Saat pembacaan doa, tidak sedikit para keluarga yang hadir menitikkan air mata. Istri Captain pilot Sandy Permana, dr Fitriana Hapsari yang duduk di deretan depan terlihat khusyuk sambil sesekali menyeka air air mata. Begitupun anggota keluarga yang lain.

Dalam tausyiahnya, keluarga diminta untuk bersabar dengan menerima keadaan atas datang takdir kematian. Pengorbanan almarhum merupakan pengorbanan menjalankan tugas yang akan ditempatkan pada posisi tertinggi.

"Semua keluarga korban hadir, termasuk yang dari Palembang, Yogyakarta, Semarang, Magetan, Mojokerto. Karena KASAU langsung yang berkenan hadir menyampaikan santunan," katanya.

Santunan diserahkan langsung oleh Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI AU Agus Supriatna, dengan didampingi oleh Pangkoops 2 Marsekal Muda Barhim dan Komandan Lanud Abdulrachman Saleh Marsekal Pertama Hadi Cahyanto. Namun tidak ada acara wawancara untuk para wartawan yang hadir.

Rekomendasi