Haeruddin (32), seorang ayah yang diduga menganiaya anak kandungnya sendiri M, kini masih dalam pengejaran polisi dari jajaran Polsek Makassar. Bocah kelas V SD di SD Maricayya II, Makassar itu pun akhirnya tewas setelah sempat dirawat di RS Dadi, Makassar.Jenazah remaja belia yang juga sulung dari tiga bersaudara anak dari Haeruddin dan Ani, warga di jl Rappocini Raya, Lr 1 Gang 1, Makassar akan disemayamkan di kediaman neneknya, Daeng Asse yang tidak jauh dari rumah kontrak orangtuanya.Kapolsek Makassar, Kompol Sudaryanto menjelaskan, berdasarkan informasi dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan saksi-saksi termasuk yang tidak melihat langsung kejadian menyebutkan, kejadiannya semalam, Selasa, (7/7) sekira pukul 20.00 WITA-21.00 WITA.Pihaknya baru mendapatkan laporan sekitar dua jam setelah kejadian karena awalnya sebagian keluarga korban enggan kasus tersebut diketahui banyak orang.Soal penyebab kekerasan yang dilakukan Haeruddin masih simpang siur dam banyak versi. Namun versi kuat yang dihimpun polisi, kata Kompol Sudaryanto, pelaku Haeruddin geram terhadap anaknya karena rumah dalam kondisi terkunci saat pelaku tiba di rumah. Saat korban M tiba di rumahnya, dia langsung menjadi sasaran amuk Haeruddin.Ani ibu korban tiba di rumah saat penganiayaan itu berlangsung. "Rumah terkunci saat Haeruddin tiba di rumah. Korban Mutiara duluan tiba di rumah sehingga dia langsung menjadi sasaran emosi Haeruddin. Kami belum tahu apakah Ani ibu korban saat itu tidak memberikan pertolongan kepada anaknya saat dipukul atau tidak karena Ani masih shock jadi belum sempat diambil keterangannya," jelas Sudaryanto.Kata Kapolsek Makassar ini, informasi terakhir yang diterima ayah korban yang diduga kuat pelaku sempat lalu lalang di sekitar rumah saat jenazah korban sudah di rumah. "Jadi saya perintahkan anggota untuk mengawasi rumah duka dan lokasi pemakaman dengan harapan pelaku Haeruddin ditemukan disitu," kata Kompol Sudaryanto.
Diduga aniaya anak kandung hingga tewas, Haeruddin diburu polisi
Informasi terakhir yang diterima ayah korban yang diduga kuat pelaku sempat lalu lalang di sekitar rumahnya.
Advertisement
Rekomendasi