Bocah kelas V SD Maricayya II, warga di Jalan Rappocini Raya, Lr 1 Gang 1, Makassar bernama Mutiara, (12) akhirnya meninggal dunia setelah sempat mendapat penanganan medis di ruang Intensif Care Unit (ICU) Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, Makassar.
Mutiara, sulung dari tiga bersaudara ini mengembuskan napas terakhirnya sekitar pukul, 11.14 Wita, Rabu, (8/7). Sementara kejadiannya semalam, Selasa, (7/7), dilarikan ke RS Wahidin Sudirohusodo setelah sekarat diduga lantaran dianiaya ayahnya sendiri, Haeruddin, (32 thn).
Indriani, (9), adik korban mengaku, lihat langsung kakaknya dianiaya. Mutiara dipukul di dalam kamar. Mutiara sempat minta tolong tapi dirinya juga takut dengan ayahnya.
"Setelah pingsan baru dibawa ke rumah sakit," tutur Indriani seraya menambahkan, ayahnya ikut mengantar kakaknya itu ke rumah sakit.
Daeng Calla, nenek korban yang juga ibu kandung pelaku menangis meraung. Dia mengatakan, silakan kejar Haeruddin. "Kalau perlu penjarakan," ujarnya.
Diketahui, Haeruddin saat ini pengangguran. Sebelumnya sempat kerja di perusahaan advertising. "Saya tidak tahu cucuku dipukul karena bapaknya mabuk atau tidak. Karena yang kutahu saat ini sudah jarang mabuk. Kecuali dulu saat masih kerja. Suka minum ballo (miras lokal) kalau sudah pulang kerja," jelas Daeng Calla, seraya menambahkan, Ani ibunya Mutiara tidak sedang di rumah saat kejadian karena jualan kue.
Sementara itu Ani, ibu korban hanya histeris di sisi jenazah putri sulungnya. "Ooh Mutiara, besarmu nak, kau tinggalkan. Saya bekerja untuk kamu semua tapi kamu pergi," kata Ani dalam tangisnya.