Buntut terminal 2E terbakar, Dirjen P2HP KKP batal Kunker ke Jateng

Rencananya rombongan Dirjen P2HP KKP melakukan kunjungan kerja di empat titik pengolahan hasil jenis ikan di Jawa Tengah

Parwito
Oleh Parwito - Reporter
Buntut terminal 2E terbakar, Dirjen P2HP KKP batal Kunker ke Jateng
tumpukan penumpang di Terminal 2E. ©2015 Merdeka.com

Terbakarnya JW Lounge di Terminal 2E Bandara Soekarno Hatta, berdampak pada kunjungan kerja (Kunker) di jajaran Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Pasalnya, rencana kunjungan kerja Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) KKP ke Jateng yang akan dilakukan Senin (6/7) hari ini dibatalkan.Mereka membatalkan kegiatan kunjungan kerja tersebut karena mengungkapkan bahwa telah terjadi kekacauan jadwal penerbangan sehingga beberapa penerbangan terpaksa dibatalkan, termasuk dari rombongan Dirjen P2HP Kementerian Kelautan dan Perikanan tersebut."Berhubung dengan adanya musibah kebakaran di Terminal 2E Bandara Soekarno Hatta, yang mengakibatkan jadwal keberangkatan menjadi kacau. Sehingga jadwal pesawat kami pun dibatalkan keberangkatanya. Oleh karena itu kami minta maaf untuk acara besok di tunda sampai dengan waktu yang belum ditentukan lagi," kata salah satu Staf Humas Dirjen P2HP Kementerian Kelautan dan Perikanan, Rizky melalui pesan singkatnya kepada merdeka.com, Senin (6/7).Sebetulnya, kata Rizky, Dirjen P2HP Kementerian Kelautan dan Perikanan akan melakukan kunjungan kerja dan Safari Ramadan Dirjen P2HP Kementerian Kelautan dan Perikanan RI terkait ketersediaan stok ikan menjelang Lebaran Idul Fitri 1436 H mendatang. Rencananya rombongan Dirjen P2HP Kementerian Kelautan dan Perikanan RI bersama staf akan melakukan kunjungan kerja di empat titik pengolahan hasil berbagai jenis ikan di Jawa Tengah."Empat lokasi yang akan dikunjungi di Jateng rencananya adalah di pusat pengolah ikan pindang di Pati. Pusat pengolahan udang beku milik PT. Dua Putra Utama di Pati dan Sentra Pengolahan Ikan Asap di Demak dan pengolahan Bandeng Presto di Jalan Pandanaran Kota Semarang," jelasnya.Rizky juga menambahkan rencana kunjungan kerja ini akan kembali di jadwalkan ulang dalam waktu yang belum ditentukan. "Kami masih belum bisa memastikan kapan jadwal kunjungan kerja ini akan dipastikan kembali. Sebab kami masih menunggu arahan dari pimpinan terkait jadwal pengunduran mendatang," pungkasnya.

Rekomendasi