Kemarin, ribuan calon penumpang telantar di Terminal 2E Bandara Soekarno-Hatta. Akibat sejumlah penerbangan maskapai Garuda Indonesia mengalami delay.Keterlambatan penerbangan ini bukan karena pesawat rusak seperti yang pernah terjadi pada maskapai Lion Air beberapa waktu lalu. Tapi karena di terminal tersebut terjadi kebakaran, di mana titik api berasal dari JW Lounge.Api berkobar sekitar pukul 06.00 WIB. Agar kebakaran tak merembet aliran listrik di terminal itu harus dimatikan.Matinya listrik inilah yang membuat sistem check in Garuda Indonesia terganggu. Check in yang seharusnya by sistem harus dilakukan manual."Harusnya kan dari pukul 06.00 WIB sudah terbang. Tapi karena kebakaran tadi dan proses check-in harus dilakukan secara manual, akhirnya pelayanan jadi lambat sehingga terjadi penumpukan," jelas Senior Manager Public Relations Garuda Indonesia, Ikhsan Rosan.
Advertisement
Penerbangan baru mulai normal pada pukul 11.30 WIB. Itu pun penumpang tak lagi berangkat dari terminal 2E. Untuk penerbangan domestik dipindah ke terminal 2F dan penerbangan internasional ke terminal 2D."Sekarang sudah berangsur berkurang. Pesawat baru mulai berangkat pukul tengah 12 tadi. Dan untuk internasional baru jam 10 tadi check-in," jelasnya.Kejadian ini juga berdampak pada penerbangan Garuda Indonesia di beberapa bandara. Di antaranya Bandara Juanda Surabaya dan Bandara Ngurah Rai, Bali."Itu sebabnya, pada pukul 12.30 WIB tadi, kita sediakan Boeing 747-400 untuk mengakomodir 4 flight dari Surabaya yang sempat batal sejak pagi tadi. Dan pukul 16.30, Boeing 747 -400 juga mengakomodir 2 flight dari Bali," katanya.Garuda cukup dirugikan dengan kejadian karena penumpangnya tak bisa diberangkatkan sesuai schedule yang dibuat. Karena selain penerbangan dari Jakarta, delay juga berdampak pada penerbangan mereka yang menuju Jakarta."Total ada 60 flight yang delay untuk domestik," ungkapnya.
Advertisement
Meski jelang siang sistem mulai normal, nyatanya penerbangan tak langsung lancar. Sampai sore, banyak calon penumpang yang menantikan kepastian untuk berangkat."Saya bingung belum ada kejelasan bakal berangkat kapan kalau delay begini," ujar seorang ibu yang hendak terbang ke Palangkaraya.Sebenarnya, dia sedang ada keperluan hari ini. Tapi tanda-tanda akan diberangkatkan belum ada."Saya harusnya pesawat pukul 15.00, tapi lihat saja antreannya panjang begini," tambahnya.Kesal yang sama juga dirasakan Prana, salah satu penumpang Garuda Indonesia tujuan Padang. Dia mestinya terbang pukul 11.25 WIB, tapi terpaksa dibatalkan."Saya mau ke Medan karena ada keluarga yang meninggal. Karena delay jadi saya batalkan. Percuma reschedule juga, enggak bakal kekejar pemakaman di sana," kata Prana.Menurut Prana, hal seperti ini sangat mengganggu kepentingan calon penumpang. Bandara yang memiliki kelas internasional seperti Soekarno-Hatta seharusnya memiliki sistem pencegahan kebakaran mumpuni."Jelas sangat terganggu. Gara-gara kebakaran, semua pelayanan lumpuh. Sudah gitu tidak ada petugas yang bertanggung jawab mengenai kejelasan penumpang yang gagal berangkat. Saya dilempar ke sana-sini. Ini bisa jadi tertawaan dunia," ujar Prana.
Advertisement
Pihak maskapai, Angkasa Pura II selaku pengelola Bandara Soekarno-Hatta dan Kementerian Perhubungan, meminta maaf atas kejadian tersebut. Mereka berjanji akan memprioritaskan penerbangan calon penumpang yang delay sejak pagi."Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan akibat terjadinya kebakaran ini dan kami berupaya untuk secepatnya memulihkan keadaan menjadi normal kembali," kata Corporate Secretary & Legal PT Angkasa Pura II (Persero), Agus Haryadi, dalam jumpa pers-nya di Bandara Soekarno-Hatta."Prioritas penanganan delay adalah para calon penumpang yang telah tiba di bandara. Penumpang diupayakan untuk berangkat dengan jadwal yang telah disesuaikan," tambahnya.Hasil penyelidikan polisi sementara, penyebab kebakaran karena korsleting."Ada hubungan arus pendek dari JW Lounge yang terletak di depan kantor Garuda," kata Kapolres Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Pol Ch Patoppoi
Advertisement
Ia menjelaskan, mulanya sekitar pukul 03.00 WIB dini hari dua petugas membuka lounge itu. Kemudian sekitar pukul 06.00 WIB, tiba-tiba muncul percikan api."Langsung saja petugas menghubungi pemadam kebakaran dan api dipadamkan sekitar pukul 07.00 WIB," jelasnya.Sampai jelang malam, lokasi sekitar kebakaran masih tercium bau asap yang menyengat. Menurut dia, bau tersebut berasal dari plastik yang terbakar. Saat ini lokasi kebakaran sudah diberi garis polisi."Setelah melakukan pemeriksaan di tempat kejadian perkara, pegawai JW Lounge juga sempat kita mintai keterangan," katanya.