Jadi korban Hercules, Serda Joko baru 3 tahun jadi penerbang TNI AD

Pemakaman jenazah korban dilakukan dengan tata cara pemakaman militer, diikuti oleh puluhan aparat Kodim 725 Sragen.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Jadi korban Hercules, Serda Joko baru 3 tahun jadi penerbang TNI AD
Korban Hercules jatuh di Medan dipulangkan. ©REUTERS/Beawiharta

Jenazah salah satu korban jatuhnya pesawat Hercules C-130 di Medan, Serda Joko Purwanto akhirnya tiba di rumah duka Dusun Maron, Desa Bandung, Kecamatan Ngrampal, Sragen, Kamis (2/7) tengah malam.Kedatangan anggota Penerbang Skadron ‎12/Serbu Waytuba, Lampung, tersebut disambut isak tangis orangtua dan keluarga. Setelah disemayamkan sebentar jenazah langsung disalatkan oleh keluarga dan sejumlah pelayat. Tak lama, jenazah langsung dikuburkan di pemakaman Desa Nglorog yang berjarak sekitar 300 meter dari rumah duka.Pemakaman jenazah korban dilakukan dengan tata cara pemakaman militer, diikuti oleh puluhan aparat Kodim 725 Sragen. Upacara pemakaman dipimpin oleh ‎Wakil Komandan Lanumad Ahmad Yani, Letkol CPN Wahyu Jatmiko.Jenazah Serda Joko tiba di rumah duka di Dusun Maron, Desa Bandung, Kecamatan Ngrampal, Sragen, tepat tengah malam setelah melalui perjalanan darat sekitar 3 jam dari Semarang.‎ Sebelumnya empat jenazah anggota Skadron 11/Serbu Waytuba korban Hercules C-130, termasuk Serda Joko, diterbangkan dari Medan menuju Lanumad Ahmad Yani Semarang.Joko Purwanto merupakan anak kedua pasangan Jaiman dan Sami. Prajurit TNI AD yang masih melajang tersebut baru 3 tahun bertugas di bagian Penerbang TNI AD (Penerbad). Di Penerbad, Joko bertugas sebagai teknisi helikopter di kesatuan Skadron 12/Serbu Waytuba, Lampung.Sebelum mengalami kecelakaan, Joko sempat berpamitan kepada orangtuanya saat sahur melalui pesan singkat SMS. Dalam SMS tersebut, dia meminta doa restu kepada orangtuanya agar diberi kelancaran dan kemudahan dalam bertugas.

Rekomendasi