Dahlan Iskan memenuhi panggilan penyidik khusus Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait kasus dugaan penyimpangan anggaran pengadaan belasan mobil listrik pada 2013 lalu. Dahlan diperiksa sebagai saksi.Selama pemeriksaan banyak hal yang tak dijawab jelas oleh Dahlan yang mengaku lupa. Jaksa Agung, HM Prasetyo, merasa aneh dengan hal itu."Kabarnya pemeriksaan kemarin itu, dia (DI) banyak mengatakan enggak tahu, lupa, segala macam, nanti kita akan coba lagi. Masa semuanya lupa," sindir Prasetyo di Kejagung, Jakarta Selatan, Jumat (19/6).Prasetyo mengatakan pernyataan Dahlan Iskan yang menyebut siap mengganti kerugian, akan menjadi bahan pertimbangan apakah dapat mengubah kasus pidana tersebut. "Ini kan kasus pidana, pengembalian itu nanti jadi pertimbangan saja. Syukur kalau dia komit dengan apa yang disampaikan itu," ujarnya.Saat ditanya apakah ada muatan politis yang dilakukan Kejagung terkait kasus mobil listrik,Prasetyo memastikan tidak ada. "Kita tidak ada sama sekali latar belakang lain selain ini murni pendekatan hukum. Tidak ada politisasi, tidak ada kriminalisasi, tidak ada mencari-cari. Kita berjalan di atas bukti, fakta, dan hal lain yang terkait dengan penyelidikan," tegas Prasetyo.Pemeriksaan lanjutan pada Dahlan rencananya kembali dilakukan pada Rabu pekan depan.Menurut kuasa hukumnya, Yusril Ihza Mahendra, pada pemeriksaan kemarin Dahlan menerangkan berbagai hal terkait gagasan mobil listrik tersebut yang sudah dibahas dalam rapat kabinet dan dalam pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat itu. Tidak hanya itu, Yusril juga menjelaskan jika belasan mobil listrik tersebut bukan tidak berfungsi melainkan hanya tiga yang berhasil melewati proses, selebihnya mandek lantaran terjadinya kemacetan dana.
Jaksa Agung sindir Dahlan soal mobil listrik: Masa semuanya lupa
Dari informasi yang dia dapat, selama pemeriksaan pada Rabu kemarin Dahlan banyak menjawab lupa dan tak tahu.
Rekomendasi