Selama bulan Ramadan, seluruh stasiun televisi saat sahur akan diisi dengan acara hiburan lawakan. Tak hanya itu, berbagai hiburan lain juga disiarkan oleh seluruh stasiun televisi.Sosiolog UIN Syarif Hidayatullah, Musni Umar menilai acara lawakan mempunyai dampak negatif, jika tayangan humor itu tak memberikan pendidikan bagi para penonton. Mereka yang menonton acara lawakan hanya menghabiskan waktu."Negatifnya buang waktu saja kalau hiburannya cuma acara omong kosong tidak ada manfaatnya. Seharusnya refleksi kita mendekatkan kepada Tuhan," kata Musni saat berbincang dengan merdeka.com, Rabu (17/6).Menurut Musni, mestinya acara lawakan mencerahkan atau mendorong masyarakat. Sehingga orang yang dulu malas beribadah menjadi rajin sholat dan mengaji."Kalau menghiburnya mubazir buang waktu. Istilah lawakan itu membawa masyarakat dalam kehidupan baik termasuk lebih optimis dalam menjalani keseharian," ujarnya.Dia juga mengatakan, acara lawakan yang menampilkan sesuatu seronok harus dihindari. Sebab, saat ini memasuki bulan suci Ramadan. "Acara sahur bisa dikemas lawakan dengan baik, sekali lagi harus mencerahkan dan menyadarkan. Jadi mesti menghindar hura-hura menghabiskan waktu," kata dia.
Acara sahur diisi lawak murahan, apa manfaatnya buat muslim?
Acara lawakan mendominasi siaran TV saat sahur.
Rekomendasi