Dua Jenderal aktif dan satu purnawirawan Polri mengajukan diri untuk mengikuti seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dari kalangan militer, Mayjen TNI (purn) Hendardji Soepandji pun turut ikut mendaftar. Anggota Komisi III DPR Masinton Pasaribu menegaskan, pihaknya tidak akan membeda-bedakan siapa pun calon pimpinan KPK yang nantinya diserahkan ke DPR. Dia yakin niatan keempatnya berkontribusi di KPK bukan untuk kepentingan institusi melainkan keinginan pribadi."Mereka bukan mewakili institusinya. Ya jadi mereka sama dengan yang lain. Tidak dibeda-bedakan dan belum tentu lolos," kata Masinton kepada merdeka.com, Selasa (16/5). Politikus PDIP ini menyebut tak ada masalah jika calon yang mendaftar berasal dari institusi Polri dan TNI. Selama yang mendaftar tersebut sudah pensiun dan yang masih aktif di satuannya, sesuai undang-undang harus mengundurkan diri. "Kalau sudah mendaftar harus berkomitmen memberantas korupsi," kata dia. Tiga jenderal itu adalah Kapolda Papua Irjen Yotje Mende, PATI SSDM Polri Penugasan Kemenko Polhukam bidang Koordinasi Keamanan Nasional, Irjen Syahrul Mamma dan mantan Deputi Penindakan Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen (Purn) Benny Mamoto.
DPR tak masalah calon pimpinan KPK dari kalangan TNI-Polri
Pencalonan para jenderal ini diyakini atas nama pribadi dan tak mewakili institusinya masing-masing.
Rekomendasi