Kirim karangan bunga kritik pimpinan, pegawai KPK terancam dipecat

"Waktu itu ada kiriman bunga yang tidak bernama yang mengejek Pimpinan KPK," kata Johan Budi SP.

Juven Martua Sitompul
Oleh Juven Martua Sitompul - Reporter
Kirim karangan bunga kritik pimpinan, pegawai KPK terancam dipecat
karangan bunga di kpk. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Sejumlah pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terancam mendapat sanksi lantaran mengkritik kinerja lembaga antirasuah di bawah kepemimpinan Taufiequrachman Ruki. Kritikan itu disampaikan setelah, Ruki dan jajarannya enggan turun tangan dalam upaya pelemahan KPK.Pegawai yang merasa Ruki tidak sejalan dengan tujuan KPK dalam perjuangan pemberantasan korupsi mengirimkan tiga buah karangan bunga ke kantor KPK pada Senin, 4 Mei 2015. Melalui karangan bunga itu, pegawai KPK ini menuliskan kritikan keras yang ditujukan kepada para pimpinan KPK.Berikut tulisan yang tercantum dalam karangan bunga tersebut, ‎"Terima kasih pimpinan KPK atas aksi panggungnya. Kalian pahlawan sinergitas. Kami menunggu dagelan selanjutnya". Pada karangan bunga kedua tertulis, "Kami bangga pada AS, BW dan Novel. Kalian orang berani! KPK bukan pengecut yang cuma bisa kompromi!"Kemudian pada karangan bunga terakhir dituliskan, "Teruntuk pimpinan KPK para pemberani yang selalu (tidak) menepati janji."Atas kritik pedas itu, salah satu pegawai KPK yang enggan menyebutkan namanya ikut diperiksa oleh pengawas internal (PI) KPK. Bahkan, pegawai yang terlibat dalam aksi pengiriman bunga kritikan juga terancam mendapat sanksi pemecatan.Pelaksana tugas (Plt) Wakil Ketua‎ KPK, Johan Budi SP tak membantah adanya pegawai KPK yang diperiksa oleh PI terkait kiriman bunga tersebut."Waktu itu ada kiriman bunga yang tidak bernama yang mengejek Pimpinan KPK. Lalu PI menelusuri siapa pengirim bunga itu. Ternyata ada beberapa pegawai KPK, lalu dilakukan pemanggilan kepada pegawai KPK, ditanyakan apa maksudnya," kata Johan saat dikonfirmasi, Senin (15/6).Kendati demikian, saat disinggung hasil pemeriksaan itu Johan mengaku tidak tahu. Apalagi, saat ditanya apa pihaknya memberikan sanksi pemecatan Johan tak memberikan jawaban yang jelas. "Belum tahu saya," tandas Johan.

Rekomendasi