Pihak Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) mendatangi rumah keluarga Supardi (73), ayah dari Wiji Astuti di Dusun Krajan, RT 04 RW 01, Desa Wonokerto, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Rabu (10/6). Wiji adalah TKW yang ditemukan tewas dalam gulungan kasur di sebuah trotoar di daerah Mong Kok, Hong Kong, Senin (8/6).Kedatangan Kemenlu didampingi oleh Disnakertran Kabupaten Malang beserta PJTKI yang memberangkatkan korban ke Hong Kong pada 2008. Selain memberitahukan secara resmi kepada keluarga korban, pihak Kemenlu menerangkan proses yang akan ditempuh untuk pemulangan jenazah korban."Posisi jenazah masih di sebuah rumah sakit di Hong Kong, sedang dalam penanganan kepolisian Hong Kong," tegas Dodo Hamdani, Staf Direktorat Perlindungan TKI dan BHI di Malang, Kamis (10/6).Dodo belum bisa menjanjikan kapan jenazah almarhumah bisa dipulangkan. Pihaknya selain menunggu kabar dari konsulat di Hong Kong, juga tengah menyiapkan dokumen untuk pengurusan jenazah."Sekarang sedang kami butuhkan surat kuasa yang menerangkan kalau keluarga berkeinginan membawa pulang jenazah korban. Selain itu juga dibutuhkan surat keterangan tidak mampu, karena status korban yang sudah overstayer," katanya.Sementara Supardi yang didampingi oleh perangkat desa setempat, terlihat pasrah. Bersama perangkat desa, keluarganya sebelumnya sudah berembug dan memutuskan untuk membawa pulang. Namun disadari, untuk pembiayaan, dirinya tidak memiliki apa-apa untuk diserahkan."Keluarga memutuskan untuk membawa pulang jenazah Wiji Astuti, tetapi untuk keuangan keluarga dalam kondisi tidak mampu, semoga bapak-bapak bisa menolong," tegasnya.
Kemenlu datangi rumah orangtua TKW yang tewas di Hong Kong
Pihak Kemlu belum bisa menjanjikan kapan jenazah almarhumah bisa dipulangkan.
Advertisement
Rekomendasi