Wakil Ketua Komisi I DPR Tantowi Yahya menilai calon Panglima TNI, Kasad Jenderal Gatot Nurmantyo bukanlah sosok sembarangan. Dia menilai Gatot memang pantas menggantikan Jenderal Moeldoko yang akan memasuki masa pensiun.Sebab, Gatot ditunjuk sebagai calon Panglima TNI didasari atas kinerjanya yang brilian."Gatot bukan perwira karbitan, yang sampai pada posisi sekarang itu karena bersatu, karena kinerja dan capaian-capaian lainnya," kata Tantowi di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (10/6).Tantowi belum memastikan kapan Komisi I DPR akan menggelar fit and proper test terhadap lulusan Akmil tahun 1982 itu."Ya sekarang kan baru Selasa, belum tahu. Kita harus rapat internal dulu untuk menentukan ini," katanya.Politikus Golkar ini mengaku tak masalah keputusan Jokowi yang tak menggilir Panglima TNI ke Kasau Marsekal Agus Supriatna. Dia menyebut Jokowi telah mengambil pertimbangan yang matang dengan memberikan posisi Panglima TNI ke Kasad. Walaupun pada awalnya dia mendukung agar tradisi bergiliran tetap dijalankan."Jadi kami sudah memberikan pandangan bahwa sebaiknya tradisi yang ada ini sesungguhnya baik dapat diteruskan dalam menjaga kondisifitas di tubuh internal TNI," katanya."Tapi kalau misalnya Presiden mempunyai pertimbangan lain, karena pertimbangan itu kan banyak ya, ada pertimbangan kemampuan, pertimbangan pengalaman, dan juga pertimbangan politik. Ya sekali lagi ini adalah hak prerogatif beliau," tandasnya.
Pimpinan Komisi I: Jenderal Gatot Nurmantyo bukan perwira karbitan
Menurut Tantowi, Gatot ditunjuk sebagai calon Panglima TNI didasari atas kinerjanya yang brilian.
Rekomendasi