Warga Rusun Daan Mogot sudah terbiasa diserang tomcat

Biasanya serangga itu muncul di sekitar balkon tempat menjemur pakaian, kamar mandi dan lubang di keramik rumah.

Ferrika Lukmana Sari
Oleh Ferrika Lukmana Sari - Reporter
Warga Rusun Daan Mogot sudah terbiasa diserang tomcat
Tomcat serang Rusun Daan Mogot. ©2015 Merdeka.com

Rinjani Riski Ramadhan salah satu warga Rumah Susun Daan Mogot Kelurahan Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng Jakarta Barat mengakui sebelum dirinya kena gigitan serangga tomketm keluarganya telah terkena lebih dahulu. Jadi, sekarang satu keluarga kena semua."Sebelumnya adik, ayah dan ibu juga kna dan sekarang saya," terang Rinjani kepada Merdeka.com di tempat tinggalnya Rusun Blok F Nomor 315, pada Sabtu (29/5).Dia mengutarakan keluarganya biasa mengobati gigitan tomket dengan sederhana. Yaitu memberikan krim, saleb dan dan bedak untuk gatal. Namun, Rinjani dan keluarganya telah terbiasa dengan serangga tomket sejak pindah tempat tinggal dari Kapuk Pulo ke rusun Daan Mogot.Biasanya serangga itu muncul di sekitar balkon tempat menjemur pakaian, kamar mandi dan lubang di keramik rumah. Hewan ini banyak muncul pada malam hari di sekitar cahaya lampu.Selain Rinjani, Susan (25) terkena serangan itu sejak pindah ke rusun Februari 2015. Dia terkena di bagian tangan, muka, leher dan mata yang terlihat merah kehitaman dan bengkak."Rasanya tuh panas, perih, mata bengep, tangan melenting. Kalau digaruk bisa makin banyak dan menyebar," kata Adik Susan, Yunita yang menjelaskan kondisi kakaknya sedang sakit di Rusun Blok F Nomer 605.Yunita menjelaskan kakaknya sudah tiga kali terkena tomket sejak bulan Februari, April dan Mei. Dia biasa mengobati kakaknya dengan obat puskesmas, kompres air hangat dan balsem merek betamethasone Valerate.Perempuan yang bercita- cita menjadi penyanyi ini terbiasa dengan serangga tomket yang muncul di rumahnya. Untuk menghilangkan bintang berbahaya dia biasanya rajin membersihkan rumah dan kamar mandi. Selain itu, pakaian yang dijemur tidak langsung dipakai karena di sana tomket menempel.Menurut Yunita, warga rusun menganggap sengatan tomket sebagai hal wajar. Mereka berupa menanggulangi hanya dengan memberikan balsem atau menanyakan obat penyembuh ke yang lainnya.

Rekomendasi