Badan Kehormatan (BK) DPRD Jawa Tengah siap melakukan pengusutan kasus dugaan penodongan pistol yang dilakukan oleh Ketua Komisi C DPRD Jateng Asfirla Harisanto kepada seorang buruh proyek bernama Ahmad Mukhlas (38). Namun sejauh ini, BK DPRD Jateng belum menerima adanya laporan tentang kasus tersebut.Anggota BK DPRD Jateng, Jasiman, mengatakan, sampai saat ini belum ada laporan masyarakat yang masuk ke BK terkait kasus tersebut."Untuk mengusut perkara seperti itu, harus ada laporan yang bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Kemudian, BK DPRD Jateng memangil yang bersangkutan untuk melakukan konfirmasi," jelas Jasiman saat dihubungi, Senin (25/5).Jasiman memaparkan, BK DPRD Jateng itu beda dengan Polri, kejaksaan, dan pengadilan. "Kami ini menegakkan kehormatan dewan. Jadi berbeda dengan penegak hukum," paparnya.Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengatakan, tanpa adanya surat dari masyarakat terkait tingkah laku anggota dewan yang melanggar aturan, BK tidak bisa bekerja. "Fungsi BK adalah menindaklanjuti laporan masyarakat," terang dia.Saat ditanya tentang kemungkinan adanya tindakan dan sanksi jika memang benar ada anggota Komisi C DPRD Jateng yang menodongkan pistol, Jasiman menjawab dengan diplomatis."Keharusan adanya laporan masyarakat yang dapat dipertanggungjawabkan ke BK DPRD. Hingga saat ini saya belum menerima laporan tentang hal itu. Jadi bagaimana mau bertindak? Kalau sudah ada surat masuk, baru kita akan menanyakannya," tegas dia.Sebelumnya, Ahmad Mukhlas (38), warga asal Karangaji, Jepara diduga ditodong pistol saat menjalankan pekerjaan di proyek galian tanah (galian C) belakang Swalayan Ramai, Jalan Manyaran, Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah.Aksi arogan tersebut diduga dilakukan oleh Ketua Komisi C DPRD Jateng Asfirla Harisanto yang akrab dipanggil Bogi yang tiba-tiba datang dan langsung menghentikan mobil melintang tepat di depan pintu proyek, pada Kamis (21/5) sekitar pukul 09.00 WIB.Dengan nada lantang pria yang berpakaian rapi dengan mengenakan tas selempang warna coklat itu turun dari mobil. Lalu, dengan menenteng pistol dia mendatangi Mukhlas yang sedang mengoperasilan alat berat atau bechue.Namun politikus asal PDIP ini membantah keras hal itu. Menurut pengacaranya, kliennya tidak menodongkan pistol, hanya membawa airsoft gun di pinggangnya karena usai berlatih menembak.
BK DPRD Jateng siap usut kasus Politikus PDIP todong pistol ke buruh
Asfirla sendiri telah membantah menodongkan pistol kepada Mukhlas.
Advertisement
Rekomendasi