Aktor di balik aksi perjokian di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mulai terkuak. Tiga orang yang diduga operator perjokian diamankan, sesaat setelah meringkus lima orang peserta tes yang menggunakan jasa mereka.Ketiganya ditangkap di lingkungan kampus, setelah sebelumnya petugas menjebaknya. Polisi bersama-sama korban menjebak, begitu datang langsung menyergapnya."Tapi mereka menolak disebut operator, mereka mengaku hanya suruhan saja," kata seorang petugas yang menolak disebutkan namanya, Senin (11/5).Bukan kali pertama UMM menangkap kasus perjokian. Sebelumnya, 32 orang joki diamankan saat tes masuk perguruan tinggi tahun 2012. Namun berhasil lolos dari jeratan hukum, karena tidak ada bukti kuat dan pasal yang digunakan untuk menjerat pelaku. Kini kejadian itu kembali terulang, selang tiga tahun.Rektor UMM, Muhadjir Effendy mengungkapkan kalau dalam kasus sekarang ini, pihaknya optimis akan bisa menjerat pelaku. Kasus itu akan terus dikawal sampai proses hukumnya tuntas."Kasus yang sekarang Insya Allah bisa dijerat. Saya yakin kasusnya bisa dijerat hukum. Karena alat buktinya sangat lengkap, ditemukan sindikat pelakunya serta peralatan yang digunakan," katanya melalui telepon kepada merdeka.com Minggu (11/5) malam.Kasus yang lalu, lanjut Muhadjir, memang ada alat bukti tetapi ketika dibawa ke pengadilan menjadi sumir karena tidak begitu kuat. Pihaknya serius akan menanganinya, kendati belum ada rencana membuat tim untuk mengawal kasus tersebut."Kita mendapat informasi dari kepolisian, kalau kasusnya masih dikembangkan. Kita percaya kepada kepolisian. Kita kejar terus operatornya dan aktor-aktor di baliknya," katanya. UMM sendiri sudah bekerja sama dengan Polres untuk membantu segala bentuk kecurangan dalam pelaksanaan tes. Pihaknya ingin menangkap peserta yang tidak jujur. Sebanyak 54 polisi diterjunkan ke dalam ruangan dan peserta digeledah sebelum mengikuti tes.Kabag Ops Polres Malang, Kompol Suryo Absoro mengungkapkan, pihaknya telah membantu proses pengamanan untuk menindak perjokian dan sterilisasi lokasi. Pemeriksaan dan pengamanan dilakukan dari mulai lahan parkir hingga dalam kelas."Kita lakukan terus pendalaman. Masih proses penyidikan. Soal proses hukum kita kaji lagi dengan kasus yang lama. Kita koordinasikan dengan Polda. Kita lakukan lidik dulu," katanya.
Rektor UMM minta polisi buru sindikat perjokian dan diproses hukum
Kasus ini bukan yang pertama kali di Universitas Muhammadiyah malang. Pelaku sebelumnya lolos dari jeratan hukum.
Advertisement
Rekomendasi