Dalam pelaksanaan ujian masuk penerimaan mahasiswa baru di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), panitia berhasil membongkar praktik joki. Setelah ditelusuri, modus mereka buat menggaet pelanggan tergolong rapi.Mereka menawarkan diri menjadi joki dengan kedok jasa bimbingan belajar. Para peserta kebanyakan ujian masuk menuju jurusan Fakultas Kedokteran itu dihubungi, kemudian dijanjikan bisa masuk dengan cara mereka tawarkan.Transaksi terjadi setelah joki dan pengguna jasa bertemu di suatu tempat dirahasiakan. Bila ingin memakai jasanya, para joki mematok bayaran hingga ratusan juta rupiah. Tetapi, sebagai uang muka untuk pembelian peralatan, para peserta harus menyetor fulus sebesar Rp 1,6 juta."Peserta dimintai biaya sebesar Rp 160 juta kalau lolos seleksi. Sebagai jaminan biaya operasional sementara yang disetorkan sebesar Rp 1,6 Juta. Selain itu juga harus menyerahkan ikatannya berupa ijazah asli dan Kartu Keluarga (KK) asli," kata Wakil Pembantu Rektor II Universitas Muhammadiyah Malang, Fauzan, Senin (11/5).Menurut Fauzan, para peserta sebenarnya tidak mengetahui tahapan-tahapan harus dijalankan. Salah satu dari mereka hanya menerima perintah membawa tas yang harus diletakkan di ruang ujian."Peserta diberikan tas yang tidak diketahui. Ini bukan tas peserta, hanya saja mereka disuruh membawa ke ruangan. Di dalam tas itu ada mini server yang berfungsi mengirim data," ujar Fauzan.Para joki berhasil diringkus ada lima. Masing-masing berinisial RPL (Perempuan), KN (Perempuan), TTW (Perempuan), WAS (Perempuan), L (Laki-laki). Mereka berasal dari Kota Batu, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Timur, dan Kediri. Polisi masih terus mengusut kasus itu.Mereka tertangkap tangan saat sedang melakukan komunikasi dengan peralatan canggih yang didesain khusus oleh pelaku. Polisi masih terus mendalami karena sebagian pelaku melakukan aksinya dari luar provinsi."Berdasarkan pengakuan mereka, operator ada di Yogyakarta. Operator mengirimkan jawaban dalam bentuk sinyal dari tempat yang tersembunyi," ujar Fauzan.Sementara itu dari pantauan merdeka.com, polisi juga menangkap beberapa orang operator di lingkungan kampus UMM. Mereka adalah para operator berhasil dijebak oleh polisi.Ada tiga orang yang ditangkap tidak lama setelah proses ujian berlangsung. Diduga mereka adalah orang suruhan yang menyerahkan tas berisi server."Kita akan terus dalami. Meski mereka di luar provinsi, kita tidak kesulitan," kata Kabag Ops Polres Malang, Kompol Suryo Absoro, di lokasi.
Joki masuk UMM dikendalikan dari Yogyakarta, bertarif Rp 160 juta
Joki itu menawarkan jasa melalui kedok bimbel. Peserta diharuskan menyetor uang muka Rp 1,6 juta.
Advertisement
Rekomendasi